SULAWESI SELATAN — Maskapai TransNusa resmi membuka penerbangan langsung Melbourne–Bali dengan penerbangan perdana Selasa (20/10/2026) dari Melbourne Airport pukul 06.25 waktu setempat. Rute ini beroperasi empat kali sepekan setiap Senin, Rabu, Kamis, dan Jumat, lalu meningkat menjadi harian mulai 15 November 2026. Kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia sendiri sudah menembus 1.224.941 kunjungan hingga Agustus 2026, naik 7,21 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Penerbangan nomor 8B19 mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, pukul 09.40 WITA. Jadwal kedatangan pagi memberi wisatawan Australia ruang cukup untuk langsung menuju penginapan, mengejar aktivitas pertama, atau lanjut terbang ke kota lain di Indonesia pada hari yang sama.
TransNusa menyiapkan jalur lanjutan melalui program Beyond Bali. Wisatawan yang tiba di Denpasar bisa terhubung ke 11 destinasi utama, termasuk Wakatobi, Manado, Bima, Surabaya, dan Lombok.
Bagi traveler yang selama ini menganggap Bali sebagai titik akhir perjalanan, jaringan ini membuka opsi menyusuri Indonesia timur tanpa harus kembali ke Jakarta atau Singapura lebih dulu.
Kementerian Pariwisata mencatat Australia sebagai salah satu pasar utama dengan tren kunjungan yang terus naik. Hingga Agustus 2026, jumlahnya mencapai 1.224.941 kunjungan, dan target setahun penuh dipatok 2,23 juta kunjungan.
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menilai penerbangan langsung menjadi faktor penentu daya saing destinasi Indonesia di pasar internasional.
"Rute Melbourne–Bali ini menjadi langkah penting untuk memperluas konektivitas dan meningkatkan daya saing destinasi unggulan Indonesia," ujar Made dalam keterangannya, Jumat (23/10/2026).
Ia menambahkan, konektivitas yang andal dan berkualitas menjadi kunci untuk menaikkan kunjungan secara berkelanjutan, sekaligus mendorong pemerataan wisatawan ke luar Bali.
Informasi tarif dan ketersediaan kursi sebaiknya dicek langsung di kanal resmi TransNusa atau agen perjalanan, karena artikel ini tidak memuat daftar harga tiket.
Sebelum membuka rute Melbourne, TransNusa menguasai 20 persen pangsa pasar di Perth. Pada Juli 2026, maskapai ini menambah frekuensi penerbangan Perth menjadi 21 kali per pekan.
Group Chief Executive Officer TransNusa Datuk Bernard Francis menyebut rute Melbourne–Bali sebagai bagian dari strategi ekspansi internasional perusahaan, sekaligus respons atas permintaan perjalanan dari Australia yang terus tumbuh.
"Peluncuran rute Melbourne–Bali merupakan langkah penting dalam ekspansi internasional TransNusa," kata Bernard.
Menurutnya, capaian di Perth mencerminkan tingginya kepercayaan dan loyalitas pasar Australia terhadap konektivitas penerbangan menuju Indonesia.
Rute Melbourne–Bali empat kali sepekan memberi traveler Australia jadwal yang cukup lentur untuk liburan keluarga maupun solo. Bagi yang ingin menggabungkan Bali dengan destinasi Indonesia timur, jalur Beyond Bali layak dipertimbangkan sebagai kerangka perjalanan.