SULAWESI SELATAN — Laga Manchester United melawan Como di Liga Champions terancam ditunda karena cuaca ekstrem di Italia. Lebih dari 6 cm hujan diperkirakan turun dalam 24 jam sebelum kick-off, memicu peringatan cuaca buruk dari otoritas meteorologi setempat.
Pertandingan yang dijadwalkan berlangsung Rabu malam waktu setempat itu tetap masuk agenda di Stadio Giuseppe Sinigaglia, markas Como berkapasitas 13.600 penonton. Hanya satu tribun di stadion tersebut yang beratap, sehingga lapangan berisiko tergenang jika hujan turun sesuai prakiraan.
Angkatan Udara Italia melalui Layanan Meteorologi Nasionalnya telah mengeluarkan peringatan cuaca buruk, termasuk potensi badai petir. Kondisi ini menjadi perhatian utama jelang duel yang mempertemukan tim asuhan Michael Carrick dengan klub besutan Cesc Fabregas.
Pelatih Manchester United, Michael Carrick, menegaskan cuaca bukan masalah bagi timnya. Ia memilih merespons ringan kekhawatiran soal kondisi lapangan.
"Tidak, tidak ada yang mendesak dari saya. Kami sudah terbiasa dengan hujan. Kami akan memanfaatkannya sebaik mungkin," ujar Carrick seperti dikutip dari laporan pertandingan.
Pernyataan itu keluar di tengah tekanan besar yang menerpa Carrick. Posisinya sebagai pelatih Manchester United dilaporkan berada di ujung tanduk menyusul rentetan hasil buruk, termasuk tersingkir dari Piala Carabao oleh Brighton pada September.
Jika pertandingan tidak bisa dimulai atau diselesaikan sesuai jadwal, regulasi UEFA mengatur agar laga digelar pada hari berikutnya. Ketentuan ini tertuang dalam Pasal 27 peraturan kompetisi 2026/27.
"Jika pada hari pertandingan diputuskan bahwa pertandingan tidak dapat dimulai sesuai rencana atau tidak dapat diselesaikan, pertandingan penuh — atau sisa menit yang belum dimainkan — pada prinsipnya dimainkan pada hari berikutnya," demikian bunyi regulasi tersebut.
Klub tuan rumah wajib menyiapkan segala keperluan agar fasilitas tersedia dan bisa digunakan. Meski begitu, jadwal penggantian pada Kamis hanya bersifat panduan, bukan kewajiban.
Penundaan ke Kamis justru berpotensi menguntungkan Manchester United. Anak asuh Carrick baru akan menghadapi Bournemouth pada Minggu, sementara Como dijadwalkan melawan Sassuolo lebih dulu pada Sabtu.
Manchester United juga punya ruang kosong di tengah pekan depan karena sudah tersingkir dari Piala Carabao. Sebaliknya, Como akan menghadapi Torino pada Selasa, sehingga penjadwalan ulang berisiko menumpuk beban pertandingan mereka.
Di Eropa, Manchester United terakhir kali tampil melawan Atletico Madrid dan berakhir ricuh setelah Lisandro Martinez melontarkan kritik terbuka terhadap manajemen klub. Hasil-hasil buruk membuat Carrick disebut sebagai pelatih paling rentan dipecat dibanding 19 manajer Premier League lainnya.
"Saya tidak butuh jaminan. Sudah sangat jelas. Saya tahu peran saya, saya tahu tanggung jawab saya. Saya tidak perlu orang lain memberi tahu itu atau memberi tahu kapan keadaan baik atau kapan harus lebih baik. Saya tahu itu sendiri," kata Carrick.