Padi di Lahan Terdampak Tumpahan MFO Towuti Luwu Timur Dinyatakan Aman Dikonsumsi, Petani Siap Tanam Lagi

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:31:32 WIB
Petani menyiapkan lahan pertanian di Kecamatan Towuti, Luwu Timur, untuk musim tanam berikutnya.

LUWU TIMUR — PT Vale Indonesia Tbk bersama sejumlah institusi ahli merampungkan pengujian laboratorium terhadap gabah dari lahan demplot di Kecamatan Towuti. Hasilnya, padi dinyatakan memenuhi standar mutu dan keamanan pangan. Temuan itu menjadi dasar mendorong petani kembali menjalankan kegiatan pertanian setelah insiden tumpahan minyak jenis Marine Fuel Oil (MFO).

Pengujian melibatkan IPB Consulting, Laboratorium ICBB, Laboratorium BRMP Pascapanen Pertanian Kementerian Pertanian RI, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Luwu Timur. Rangkaian uji ini merupakan bagian dari proses remediasi yang dijalankan Vale Indonesia bersama Pemkab Luwu Timur, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Towuti, dan Institut Pertanian Bogor (IPB).

Lima Institusi Ahli Dilbatkan dalam Pengujian Gabah

Head of External Relations Sorowako & Outer Area Vale Indonesia Yusri Yunus menyatakan perusahaan berupaya memastikan lahan pertanian masyarakat kembali produktif dan menghasilkan pangan yang aman dikonsumsi. Menurutnya, pengujian ilmiah menjadi bagian dari komitmen perusahaan agar seluruh rantai perekonomian sektor pertanian di Kecamatan Towuti kembali berjalan normal.

"Sehubungan dengan kejadian ini, selain membersihkan area terdampak segera setelah kejadian, kami juga ingin memastikan bahwa lahan pertanian masyarakat setempat bersih dan dapat kembali produktif dengan hasil yang aman untuk dikonsumsi," kata Yusri.

Yusri menyebut perusahaan memahami kekhawatiran petani sejak insiden tumpahan minyak terjadi. Langkah mitigasi diambil untuk memulihkan rasa aman sekaligus memberi kepastian terhadap keberlanjutan mata pencaharian warga.

"Kami memahami sepenuhnya kekhawatiran yang dihadapi oleh para petani sejak insiden tumpahan minyak ini terjadi. Untuk mengatasi hal tersebut, kami mengambil langkah mitigasi untuk mengembalikan rasa aman dan kepastian mata pencaharian warga," jelasnya.

Pendampingan Pertanian Berjalan sejak Februari hingga September 2026

Pendampingan pertanian telah dilakukan sejak insiden terjadi agar petani dapat menjalankan satu siklus budidaya penuh, mulai Februari hingga September 2026. Cakupannya meliputi lahan terdampak di Desa Lioka, yakni Dusun Molindowe dan Dusun Polapi, serta Desa Baruga, Langkea Raya, Matompi, dan Timampu.

Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam penanganan insiden kebocoran pipa minyak. Upaya itu meliputi pembersihan area terdampak, identifikasi objek terdampak, pembayaran kompensasi, pelaksanaan demplot padi, hingga pengujian hasil panen.

"Apa yang menjadi keraguan dan keresahan kita, alhamdulillah hari ini sudah terjawab semua. Dengan hasil dari dua lab ini, kami berharap musim tanam kedua bisa disegerakan, mudah-mudahan Oktober atau paling lambat November bisa dilaksanakan," ungkap Irwan.

Pemda dan Vale Siapkan Bantuan Bibit untuk Musim Tanam Kedua

Pemerintah daerah bersama Vale Indonesia menyatakan kesiapan mendukung musim tanam berikutnya melalui bantuan bibit. Irwan berharap tidak ada lagi kecemasan maupun keraguan di kalangan petani menyusul hasil pengujian tersebut.

"Saya berharap tidak ada lagi kecemasan ataupun keraguan kita. Vale akan mendampingi musim tanam kedua dan memberikan bantuan bibit. Kami dari Pemda Luwu Timur juga siap memberikan bantuan bibit," pungkasnya.

Petani Desa Timampu, Mursalim, menyambut hasil pengujian laboratorium tersebut. Menurutnya, hasil uji memberikan keyakinan untuk melanjutkan penanaman padi.

"Dari hasil dua lab yang disampaikan itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa penanaman berikutnya bisa kita lakukan karena hasilnya sudah layak konsumsi," katanya setelah menghadiri pemaparan hasil uji demplot penanaman padi di Kantor Bupati Luwu Timur.

Vale Indonesia menyatakan rangkaian penanganan sejak awal insiden hingga pengujian laboratorium difokuskan membantu masyarakat kembali menjalankan kegiatan pertanian dengan rasa aman. Perusahaan berharap upaya tersebut mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah terdampak.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: sulselsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top