PLN Ganti Isolator Jaringan Penarik, Tekan Risiko Gangguan Listrik Mukomuko

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12:01 WIB
Petugas PLN ULP Mukomuko mengganti isolator tumpu dan isolator tarik pada jaringan tegangan menengah di Penarik.

SULAWESI SELATAN — PLN Unit Layanan Pelanggan Mukomuko mengganti sejumlah isolator tumpu dan isolator tarik pada jaringan tegangan menengah di Penarik, Kabupaten Mukomuko, sebagai langkah pemeliharaan preventif. Pekerjaan yang dilakukan Tim Pelayanan Teknik (Yantek) ini menyasar komponen yang berpotensi memicu gangguan sebelum berdampak ke pelanggan. Langkah tersebut memperkuat keandalan pasokan listrik di wilayah Bengkulu bagian utara.

Paragraf pembuka: Penggantian isolator merupakan bagian dari rangkaian pemeliharaan berkala yang dijalankan PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB). Isolator berfungsi menopang penghantar sekaligus menjaga arus listrik tetap berada pada jalurnya, sehingga kondisinya harus dipastikan prima agar jaringan beroperasi aman dan optimal. Pekerjaan di Penarik menyasar isolator tumpu dan isolator tarik yang dinilai memerlukan penanganan berdasarkan hasil pemeriksaan lapangan.

Mengapa Isolator Jadi Titik Rawan

Isolator bekerja menahan beban mekanis kabel sekaligus mengisolasi arus listrik dari tiang penyangga. Jika komponen ini menurun performanya, risiko gangguan pada jaringan tegangan menengah meningkat, mulai dari kebocoran arus hingga pemadaman yang merembet ke banyak pelanggan.

Karena itu, PLN memilih jalur pemeliharaan preventif ketimbang menunggu peralatan rusak. Petugas memeriksa kondisi jaringan secara berkala, lalu mengganti komponen yang sudah melewati batas kelayakan. Pendekatan ini dinilai lebih murah dan lebih cepat dibanding penanganan setelah gangguan terjadi.

Prosedur Keselamatan Jadi Prioritas

Tim Yantek PLN ULP Mukomuko menjalankan pekerjaan dengan prosedur Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Sebelum mulai, petugas memastikan kesiapan personel, peralatan kerja, alat pelindung diri, serta kondisi lokasi. Seluruh tahapan dijalankan mengikuti standar keselamatan yang berlaku.

General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, menegaskan pemeliharaan jaringan adalah fondasi kualitas layanan kelistrikan.

"Keandalan listrik dibangun dari pekerjaan-pekerjaan preventif yang dilakukan secara konsisten. Kami ingin potensi gangguan dapat dikenali dan ditangani lebih awal sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan dukungan listrik yang semakin andal," ujar Diksi.

Pemeliharaan Terencana, Bukan Reaktif

Manager PLN ULP Mukomuko, Pratama Aditya Mandala, menjelaskan pemeliharaan dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan kondisi jaringan, bukan menunggu peralatan mengalami gangguan.

"Pemeliharaan bukan hanya dilakukan ketika peralatan mengalami gangguan. Kami melakukan pemeriksaan secara berkala dan mengganti komponen yang memerlukan penanganan agar kondisinya tetap optimal. Langkah pencegahan seperti ini penting untuk menjaga kualitas pasokan listrik kepada pelanggan," ujar Pratama.

Dari sisi pengelolaan jaringan distribusi, Manager PLN UP3 Bengkulu, Teguh Aang Harmadi, menyoroti pentingnya konsistensi pemeliharaan agar jaringan selalu dalam kondisi siap operasi.

"Menjaga keandalan berarti memastikan jaringan selalu dalam kondisi siap. Karena itu, pemeliharaan dilakukan secara berkelanjutan dengan tetap mengedepankan keselamatan kerja. Harapannya, potensi gangguan dapat semakin diminimalkan dan pelayanan listrik kepada masyarakat tetap terjaga," ungkap Teguh.

Dampak ke Warga Mukomuko

Bagi pelanggan rumah tangga dan pelaku usaha di Penarik dan sekitarnya, pemeliharaan ini berdampak langsung pada stabilitas pasokan listrik harian. Aktivitas penerangan rumah, usaha kuliner, hingga layanan publik yang bergantung pada listrik menjadi lebih terlindungi dari risiko pemadaman mendadak.

Kabupaten Mukomuko sendiri berada di jalur distribusi PLN UID S2JB yang mencakup tiga provinsi. Kondisi jaringan di wilayah ini turut menentukan kualitas layanan kelistrikan di Bengkulu bagian utara, termasuk daerah yang masih mengandalkan pasokan dari sistem distribusi yang sama.

Penutup: Langkah PLN ULP Mukomuko menunjukkan pemeliharaan jaringan bergerak dari pola reaktif ke preventif berbasis pemeriksaan berkala. Bagi pelanggan, hasilnya bukan sekadar listrik tetap menyala, melainkan layanan yang lebih stabil dan aman dari gangguan yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: rakyatpembaruan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top