Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mengeluarkan imbauan kewaspadaan gangguan pernapasan menyusul potensi kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara di sejumlah wilayah. Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin meminta warga memakai masker saat beraktivitas di luar rumah dan di tempat ramai. Langkah pencegahan lain mencakup rutin mencuci tangan, menerapkan etika batuk, hingga mencukupi kebutuhan cairan tubuh.
MAKASSAR — Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan bergerak mengantisipasi dampak polusi udara bagi kesehatan masyarakat. Kepala Dinkes Sulsel Evi Mustikawati Arifin menyampaikan imbauan tersebut di Makassar, Kamis, sebagai respons atas meningkatnya risiko karhutla dan potensi penurunan kualitas udara di wilayah Sulawesi Selatan.
Menurut Evi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko gangguan pernapasan. Ia mengajak warga menjalankan sejumlah langkah pencegahan untuk mengurangi paparan polutan.
Penggunaan masker dianjurkan saat berada di luar rumah maupun di tempat ramai. Masker dinilai membantu mengurangi paparan partikel dan polutan di udara.
Kebersihan tangan juga menjadi perhatian. Warga diminta rutin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, atau memakai pembersih tangan (hand sanitizer) jika air tidak tersedia.
Evi turut mengingatkan pentingnya etika batuk dan bersin. Tutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam untuk mencegah penyebaran droplet.
Kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi dengan cukup minum air. Langkah ini untuk menghindari dehidrasi, terutama saat cuaca panas.
Dalam kondisi cuaca panas, masyarakat diminta melindungi diri dari paparan sinar matahari langsung. Perlindungan bisa dilakukan dengan payung atau topi, serta memilih pakaian longgar dan menyerap keringat.
Untuk menjaga daya tahan tubuh, Evi menganjurkan konsumsi makanan bergizi seimbang, olahraga ringan, dan tidur yang cukup.
Evi meminta warga tidak menunda pemeriksaan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara.
"Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika mengalami gangguan kesehatan akibat polusi udara," ujarnya.
Imbauan ini menyasar seluruh masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya mereka yang beraktivitas di luar ruangan. Dinkes Sulsel menekankan pencegahan dini sebagai kunci mengurangi risiko gangguan pernapasan di tengah potensi karhutla.