Politisi Munafri Arifuddin resmi bergabung dengan Partai Demokrat Sulawesi Selatan setelah menerima kartu anggota di Makassar. Kepindahan Wali Kota Makassar ini menandai berakhirnya perjalanan politiknya di Partai Golkar, tempat ia sebelumnya menjabat Ketua DPD II Golkar Kota Makassar. Appi, sapaan akrabnya, mengaku punya sejarah panjang dengan partai berlambang mercy tersebut.
MAKASSAR — Munafri Arifuddin menerima kartu anggota Partai Demokrat Sulawesi Selatan di sela kegiatan Pendidikan Politik Pengurus Demokrat Sulsel. Penerimaan kartu tersebut menandai status resminya sebagai kader partai yang pernah mengakomodirnya di dua Pilkada Makassar.
Politikus yang akrab disapa Appi ini sebelumnya menjabat Ketua DPD II Golkar Kota Makassar. Kepindahannya ke Demokrat menjadi salah satu dinamika politik terbaru di Sulawesi Selatan menjelang agenda Musyawarah Daerah partai tersebut.
Appi menyebut ada sejarah panjang yang menjadi pertimbangan utama kepindahannya. Partai Demokrat pernah mendukungnya saat maju Pemilihan Wali Kota Makassar pada Pilkada sebelumnya.
"Saya ada sejarah dengan Partai Demokrat, dulu itu saya pernah bergabung dengan Demokrat, lalu dua kali saya mengikuti Pilkada itu disupport oleh Partai Demokrat, dari kalah, dan menang, alhamdulillah," tuturnya kepada wartawan usai menerima kartu anggota di Makassar, Kamis.
Dukungan tersebut berujung pada kemenangannya sebagai Wali Kota Makassar. Appi menilai perpindahan partai bagi politisi merupakan hal biasa dalam dunia politik yang dinamis.
"Kita menganggap bahwa proses perpindahan ini hanya perpindahan biasa saja," katanya di sela kegiatan Pendidikan Politik Pengurus Demokrat Sulsel.
Dalam waktu dekat, Appi berencana mengatur jadwal pertemuan dengan Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Pertemuan tersebut untuk meminta izin masuk ke dalam bagian dari internal rumah Demokrat.
"Tentu kita minta waktu untuk ketemu. Tapi saya belum tahu kondisi seperti apa, tapi hari ini sudah resmi menjadi kader Partai Demokrat," ujar Appi.
Ia mengaku belum mengetahui kondisi seperti apa yang akan dihadapi setelah resmi menjadi kader. Namun statusnya sebagai anggota partai sudah sah sejak penerimaan kartu anggota.
Beredar kabar bahwa Appi akan menggantikan posisi Ni'matullah Erbe sebagai Ketua Demokrat Sulsel pada Musyawarah Daerah tahun ini. Menanggapi hal tersebut, ia mengaku tidak mengetahui isu tersebut.
"Itu kabar, saya belum tahu. Belum bicara sampai ke sana (maju Musda), untuk memastikan itu, tapi nanti kita lihat ke depannya seperti apa," kata Wali Kota Makassar ini.
Appi menegaskan belum ada pembicaraan serius terkait pencalonan dirinya di Musda. Ia memilih menunggu perkembangan ke depan sebelum memastikan langkah politiknya di internal partai.
Atas kepindahannya ke Partai Demokrat, beredar spekulasi bahwa Appi akan membawa gerbong dari Partai Golkar. Ia membantah hal tersebut dan menegaskan hanya dirinya sendiri yang berpindah partai.
"Belum ada, saya baru bawa diri sendiri. Jadi begini, ini masalah pilihan, mau ikut saya, ayo, mau tinggal silakan. tidak ada paksaan apa-apa. Tidak ada (gerbong), orang berpartai kan sama-sama membangun daerah, membangun negara, seperti itu cara melalui Parpol," paparnya.
Appi menegaskan komitmennya untuk memenangkan partai di Pemilihan Legislatif 2029. Menurutnya, sebagai kader, hal tersebut merupakan kewajiban bukan sekadar kesiapan.
"Insyaallah, namanya kader, bukan siap, tapi kewajiban. Saya tidak bicara target, karena saya bukan pengurus," ucapnya menambahkan.
Penerimaan kartu anggota tersebut menjadi langkah awal Appi membangun kembali karier politiknya di Partai Demokrat Sulawesi Selatan. Pertemuan dengan AHY akan menentukan posisi dan perannya di internal partai ke depan.