Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Prof Dr Hambali Thalib menegaskan pembangunan masjid kampus tidak berhenti pada aspek fisik, melainkan harus dilanjutkan dengan upaya memakmurkannya. Ia meminta jajaran wakil rektor memberi perhatian khusus agar Masjid Umar Bin Khattab di Makassar dapat dimanfaatkan maksimal untuk persoalan umat dan pendidikan.
MAKASSAR — Saat peluncuran renovasi Masjid Umar Bin Khattab di lingkungan kampus UMI, Rektor UMI Prof Dr Hambali Thalib menyampaikan arahan langsung kepada para wakil rektor. Ia menilai keberadaan masjid kampus perlu dioptimalkan, bukan hanya sebagai tempat shalat berjamaah. Menurutnya, fungsi masjid harus meluas ke ranah pendidikan dan pembinaan umat.
Hambali menyebut sejumlah kegiatan yang bisa dijalankan di Masjid Umar Bin Khattab. Mulai dari pembelajaran mata kuliah keagamaan, kajian keilmuan, diskusi mahasiswa, pembinaan Al-Quran, hingga kegiatan dakwah.
"Selain shalat berjamaah, manfaatkan untuk pembelajaran mata kuliah keagamaan, kajian keilmuan, diskusi mahasiswa, pembinaan Al-Quran, dan kegiatan dakwah," ujarnya.
Rektor UMI juga meminta fasilitas pendukung masjid dilengkapi. Penataan jadwal dan pengelolaan kegiatan dinilai penting agar mahasiswa merasa aman, nyaman, dan senang berkegiatan di tempat ibadah tersebut.
Ia berharap masjid kampus menjadi ruang tumbuh calon pendakwah yang memahami Islam rahmatan lil 'alamin. Hambali menyebut sosok yang diharapkan lahir dari masjid ini adalah muslim yang profesional, berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat.
"Kita ingin dari masjid inilah lahir calon pendakwah yang memahami Islam rahmatan lil 'alamin, sekaligus profesional, muslim yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi masyarakat. Masjid ini harus menjadi tempat mahasiswa belajar, beribadah, berinteraksi, dan membangun karakter," ujarnya.
Hambali menekankan indikator masjid yang baik bukan pada ramainya acara peresmian. Baginya, masjid baru disebut bagus jika tetap ramai dan bermanfaat setelahnya.
Ia mengajak mahasiswa memanfaatkan fasilitas masjid sebaik mungkin. Menurutnya, masjid ini disediakan untuk seluruh jemaah dan sivitas akademika UMI.
Peresmian masjid juga disebutnya sebagai momentum memperbaiki budaya ibadah dan budaya kerja di lingkungan kampus. Hambali menyoroti kualitas zikir bulanan yang harus meningkat, bukan sekadar kehadiran.
"Kami ingin orang UMI dikenal bukan hanya karena ilmunya, tetapi juga karena kejujuran, kedisiplinan, dan cara melayaninya. Oleh karena itu, zikir bulanan kita juga harus semakin baik kualitasnya, bukan sekadar hadir, tetapi ada perubahan nyata dalam perilaku dan pekerjaan kita," jelasnya.
Renovasi Masjid Umar Bin Khattab UMI menjadi penanda komitmen kampus terhadap penguatan kehidupan keagamaan sivitas akademika. Arahan rektor kini menunggu tindak lanjut dari jajaran wakil rektor, khususnya dalam penataan fasilitas, jadwal, dan pengelolaan kegiatan masjid.