MAKASSAR — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin meminta pengembang perumahan tidak lagi membangun kawasan hunian secara terpisah dari penyediaan layanan dasar. Ia menilai pertumbuhan permukiman di kota itu perlu dipetakan bersama sejak tahap perencanaan, bukan setelah warga menempati rumah.
Permintaan itu muncul dalam Pembukaan Musyawarah Daerah XV DPD Real Estat Indonesia (REI) Sulawesi Selatan. Kegiatan bertajuk "Solidaritas dan Kolaborasi REI dalam Mendukung Percepatan Program 3 Juta Rumah" berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar.
Munafri menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan permukiman dan ketersediaan fasilitas pendidikan di sejumlah titik kota. Kawasan perumahan baru di Kelurahan Barombong, Kecamatan Tamalate, ia sebut sebagai contoh warga yang harus bergerak keluar jauh dari tempat tinggal untuk mencapai sekolah.
Menurut Munafri, persoalan serupa berpotensi muncul di kawasan permukiman lain jika pengembang dan pemerintah bergerak sendiri-sendiri. Jumlah hunian yang bertambah tidak otomatis diikuti ketersediaan puskesmas, sekolah, dan layanan publik lain di sekitarnya.
"Kalau kita lihat selama ini, tumbuhnya kawasan pemukiman ini luput dari perhatian kita. Pemukiman ini harus tumbuh disertai dengan infrastruktur tambahan seperti sekolah dan puskesmas," kata Munafri.
Ia menekankan kebutuhan dasar warga perlu dipetakan sejak awal perencanaan kawasan. Dengan begitu, jarak tempuh warga ke fasilitas kesehatan dan pendidikan tidak melebar seiring bertambahnya penduduk.
Munafri mengajak REI duduk bersama pemerintah kota untuk menentukan rasio pembangunan hunian dan kebutuhan fasilitas publik. Pola kolaborasi itu ia nilai sebagai langkah strategis agar pengembangan kawasan lebih terarah dan berkelanjutan.
"Mungkin di setiap rasio pembangunan rumah harus ikut rasio pembangunan sekolah yang ada di sana. Kita perlu duduk sama-sama untuk merencanakan berapa besar rasio yang harus kita laksanakan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Munafri juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi sektor properti terhadap perekonomian Kota Makassar. Menurutnya, kiprah pengembang turut mendorong penerimaan daerah melalui sektor perpajakan dan aktivitas ekonomi turunannya.
"REI ini adalah bagian daripada kelompok masyarakat yang memberikan sumbangsih terhadap pembangunan yang ada di Kota Makassar ini," katanya.
Munafri menyebut perekonomian Kota Makassar pada triwulan terakhir tumbuh 7,04 persen, meningkat dari 6,61 persen. Pertumbuhan itu mencakup kontribusi dunia usaha di bidang real estate dan perumahan.
Angka tersebut ia pakai sebagai dasar menilai sinergi pemerintah dan pengembang perlu diperkuat, terutama untuk menyediakan hunian yang layak sekaligus memenuhi kebutuhan warga di sekitarnya.
Musda XV DPD REI Sulsel diharapkan menjadi ruang konsolidasi antara pemerintah dan dunia usaha. Munafri menilai forum itu penting untuk mendukung penyediaan hunian dan merealisasikan program 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden.
"Jadikanlah Musda ini sebagai ajang konsolidasi untuk membangun Kota Makassar dan merealisasikan program yang dicanangkan oleh Bapak Presiden yaitu program 3 juta rumah," tutupnya.