SULAWESI SELATAN — Lionel Messi mengakhiri karier internasionalnya bersama Argentina dengan kemenangan 3-0 atas Benin di Stadion Monumental. Laga perpisahan itu diwarnai gol penalti Messi pada menit ke-71 sekaligus kartu merah yang diberikan wasit Fernando Vejar sebagai kenang-kenangan.
Pertandingan yang berlangsung penuh haru tersebut menjadi laga ke-208 Messi bersama timnas Argentina sejak debut pada 17 Agustus 2005. Sepanjang karier internasionalnya, La Pulga menorehkan 126 gol untuk La Albiceleste.
Keputusan gantung sepatu dari timnas diumumkan Messi pada akhir Agustus, tak lama setelah Argentina kalah dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. Kecuali ia memutuskan comeback dari pensiun, Benin menjadi lawan terakhir yang ia hadapi di level negara.
Momen emosional terjadi sejak sebelum kick-off. Ketika lagu kebangsaan Argentina dinyanyikan, Messi yang membawa ketiga anaknya terlihat meneteskan air mata di pinggir lapangan.
Tangisnya nyaris pecah untuk kali kedua pada menit ke-10. Wasit Fernando Vejar menghentikan permainan untuk memberi penghormatan kepada Messi, disambut tepuk tangan dan yel-yel penonton di Stadion Monumental.
Messi tetap menikmati laga perpisahannya. Kapten Inter Miami itu ikut mencatatkan nama di papan skor lewat gol dari titik penalti pada menit ke-71, melengkapi kemenangan 3-0 Argentina atas Benin.
Yang menarik, wasit asal Chile Fernando Vejar memberikan kenang-kenangan tak biasa kepada Messi: kartu kuning dan kartu merah yang digunakan dalam pertandingan tersebut. Kartu merah itu menjadi penutup unik bagi laga terakhir Messi bersama Tim Tango.
Pertandingan itu tidak hanya berarti bagi Messi. Sejumlah pemain Benin mengaku mendapat pengalaman langka karena untuk kali terakhir bisa merasakan bermain melawan salah satu megabintang sepak bola dunia.
Bagi Vejar, laga ini juga meninggalkan kesan tersendiri. Wasit asal Chile itu menjadi bagian dari sejarah perpisahan pemain yang dianggap sebagai salah satu terbaik sepanjang masa tersebut.
Argentina menutup laga dengan kemenangan 3-0, sementara Messi meninggalkan lapangan dengan status legenda: 208 caps, 126 gol, dan satu kartu merah perpisahan yang tak akan ia lupakan.