MAKASSAR — Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyusuri sejumlah ruang dapur Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan di Kota Makassar. Peninjauan dilakukan bersama Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, dengan pendampingan konsultan dapur Syahrudin Hamun yang akrab disapa Udhi.
Area yang diperiksa meliputi penyiapan bahan, ruang racik, area memasak, cold storage, hingga area pemorsian dan pencucian peralatan makan. Dari hasil pengecekan, instalasi kompor, jaringan gas, dan peralatan pendukung dapur lainnya belum sepenuhnya tuntas.
Gus Ipul meminta seluruh instalasi dapur diselesaikan dalam waktu dekat. Permintaan itu disampaikan langsung saat peninjauan berlangsung.
"Tanggal 6 Oktober 2026 sudah selesai ya," kata Gus Ipul, dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).
Udhi menyanggupi target yang diminta Mensos. Dapur SRT 3 disebut telah dilengkapi fasilitas pendukung agar proses penyediaan makanan berjalan sesuai alur, mulai dari penyimpanan bahan baku, penyiapan dan pencacahan, peracikan, pengolahan, hingga pemorsian dan penyajian.
Dapur ini nantinya mendukung penyediaan permakanan bergizi bagi siswa Sekolah Rakyat. Proses operasionalnya melibatkan sekitar 18 personel Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Keberadaan personel Tagana menempatkan dapur bukan sekadar fasilitas masak, melainkan bagian dari rantai layanan pemenuhan gizi siswa yang dijalankan setiap hari. Alur kerja dapur disusun berlapis agar pasokan makanan tetap terjaga dari penyimpanan hingga penyajian.
Selain meninjau dapur, Gus Ipul mendorong agar lingkungan sekolah dimanfaatkan untuk kegiatan produktif yang dapat mendukung kebutuhan pangan secara mandiri. Salah satu yang disorot adalah budidaya ikan lele.
"Pasokan bahan bakunya kita harus punya sendiri," ujar Gus Ipul.
Pesan itu sejalan dengan upaya mendorong pemanfaatan lingkungan Sekolah Rakyat untuk kegiatan produktif. Dengan begitu, sebagian kebutuhan pangan dapat dipenuhi dari lingkungan sekolah sendiri.
Peninjauan dapur menjadi bagian dari persiapan menjelang operasional Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Sulawesi Selatan. Instalasi yang belum rampung menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum tenggat 6 Oktober 2026.