SIDRAP — Gelar tersebut ditegaskan Abdul Jabbar bukan gelar formal pemerintahan, melainkan bentuk apresiasi Karang Taruna atas capaian pembangunan ekonomi Sidrap di bawah kepemimpinan Bupati Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah. Ia menyebut capaian ekonomi daerah itu mulai menjadi perhatian di forum-forum pembangunan tingkat nasional dan regional.
"Ini bukan sekadar seremonial. Ini penghormatan kami atas capaian dan orkestrasi pembangunan ekonomi yang terjadi di Sidrap," ujar Abdul Jabbar.
Angka 7,71 persen pada 2025 menempatkan Sidrap sebagai daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sulawesi Selatan. Dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, target pertumbuhan ekonomi 7 persen direncanakan dicapai secara bertahap. Realisasi itu justru terlampaui pada tahun pertama pemerintahan Syaharuddin Alrif–Nurkanaah.
"Ini bukan sekadar angka. Ini menunjukkan ada orkestrasi kebijakan, sinergitas, kolaborasi, dan partisipasi masyarakat yang berjalan simultan," tegasnya.
Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti disebut memberikan perhatian khusus terhadap capaian ekonomi Sidrap. Perhatian serupa datang dari Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto. Dalam forum percepatan pertumbuhan ekonomi regional Sulawesi di Makassar, Bima menyebut Sidrap sebagai contoh daerah yang berhasil membangun ekosistem pertumbuhan melalui penguatan potensi lokal dan hilirisasi pangan.
"Capaian Sidrap bahkan menjadi bahan pembahasan di berbagai forum yang melibatkan pemerintah pusat. Kepala BPS RI, Ibu Amalia Adininggar Widyasanti, memberikan perhatian khusus terhadap ini," katanya.
Abdul Jabbar menilai capaian itu tidak lepas dari implementasi 14 program prioritas Pemkab Sidrap. Program tersebut menyentuh sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, peternakan, UMKM, hingga infrastruktur. Capaian ekonomi Sidrap sebelumnya juga mendapat penghargaan dari Pemerintah Provinsi Sulsel untuk kategori Laju Pertumbuhan PDRB.
Ia menekankan pertumbuhan tersebut bukan hasil kerja pemerintah semata. Pemerintah berperan sebagai orkestrator, sementara pemain utamanya adalah masyarakat, mulai dari petani, peternak, pelaku UMKM, dunia usaha, akademisi, pemuda, hingga tokoh agama.
"Angka 7,71 persen bukan milik pemerintah saja. Ini hasil kerja kolektif masyarakat Sidrap. Pertumbuhan ini telah membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, dan membuka ruang bagi anak muda menjadi pelaku ekonomi," jelasnya.
"Kalau hari ini kami menyebut Bapak Bupati sebagai Bapak Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Indonesia, kami sedang mengapresiasi model kepemimpinan yang mampu mengorkestrasi potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi. Gelar ini pada akhirnya kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Sidrap," pungkasnya.