Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memastikan pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan IV di Kabupaten Maros dimulai pada 2027, dengan pengadaan tanah ditargetkan tuntas setahun sebelumnya. Proyek ini diposisikan sebagai penghubung kawasan strategis Metropolitan Mamminasata yang mencakup Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar.
MAKASSAR — Tim Persiapan Pembangunan Bypass Mamminasata menegaskan bahwa proses pengadaan tanah untuk Segmen III dan IV menjadi prasyarat utama sebelum pekerjaan fisik dimulai. Pemprov Sulsel memberi tenggat sekitar satu tahun agar seluruh pembebasan lahan selesai pada 2026.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, M. Ishaq Iskandar, menyampaikan hal itu di Makassar, Rabu (30/9). Ia menyebut pembangunan lanjutan ini berperan krusial bagi mobilitas warga dan efisiensi distribusi logistik di wilayah tersebut.
Segmen III dan IV berlokasi di Kabupaten Maros dan dirancang menyambung kawasan-kawasan strategis di kawasan perkotaan Mamminasata. Jaringan jalan ini diarahkan tidak sekadar mengurai kemacetan, tetapi juga membuka pusat pertumbuhan ekonomi baru di sekitar koridor tersebut.
"Pembangunan Jalan Bypass Mamminasata Segmen III dan Segmen IV ini merupakan bagian esensial dari pengembangan jaringan jalan untuk meningkatkan konektivitas kawasan Metropolitan Mamminasata," kata Ishaq.
Ia menambahkan proyek ini menyasar percepatan arus barang dan jasa. Dampaknya diharapkan terasa langsung bagi Kabupaten Maros, sekaligus memperkuat posisi Sulawesi Selatan sebagai simpul logistik regional.
Pekerjaan fisik konstruksi dijadwalkan bergulir mulai 2027 dan berlangsung hingga 2030. Rentang empat tahun itu mencakup pembangunan badan jalan beserta kelengkapan pendukungnya di dua segmen yang membentang di Maros.
Menurut Ishaq, tahapan yang berlapis ini sengaja disusun agar tidak ada tumpang tindih antara penyelesaian lahan dan mobilisasi alat berat. Pihaknya menilai urutan tersebut lebih terukur untuk proyek berskala besar.
"Tujuannya yakni memperlancar mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi barang dan jasa, serta mendukung pengembangan wilayah Kabupaten Maros secara khusus dan Provinsi Sulawesi Selatan secara luas," ujarnya.
Pemprov Sulsel menempatkan Bypass Mamminasata sebagai fondasi penguatan konektivitas antarwilayah di kawasan metropolitan. Jalur ini nantinya melengkapi jaringan jalan yang sudah ada dan membuka alternatif rute bagi kendaraan dari arah Maros menuju Makassar maupun Takalar.
"Melalui langkah terukur ini, Pemprov Sulsel optimistis konektivitas antarwilayah di kawasan Metropolitan Mamminasata akan semakin tangguh, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam menopang daya saing daerah di masa depan," pungkas Ishaq Iskandar.
Setelah pengadaan tanah rampung, tahap berikutnya adalah lelang konstruksi agar pekerjaan fisik bisa dimulai sesuai jadwal 2027. Warga Maros yang lahannya terdampak akan mengikuti proses pembebasan yang dijadwalkan berjalan sepanjang 2026.