SULAWESI SELATAN — PT PAL Indonesia (Persero) menandatangani perjanjian Top Up Line Facility dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di kantor PT PAL, Selasa (22/09). Fasilitas Non-Cash Loan dari Bank BTN ini dipakai untuk kebutuhan Surat Kredit Berdokumen Dalam Negeri (SKBDN)/Letter of Credit (LC) dan Bank Garansi proyek-proyek strategis PT PAL. Kerja sama ini menegaskan sinergi BUMN di sektor pembiayaan industri maritim dan pertahanan nasional.
Penandatanganan dilakukan Direktur Keuangan dan SDM PT PAL Indonesia (Persero) Pramusti Indrascaryo bersama Kepala Divisi CMBD PT Bank BTN (Persero) Tbk, Sri Astuti. Fasilitas yang disepakati berupa Non-Cash Loan, bukan pinjaman tunai, sehingga pemanfaatannya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan transaksi proyek seperti SKBDN/LC dan Bank Garansi.
Bagi PT PAL, dukungan pembiayaan tidak berhenti pada ketersediaan fasilitas. Perusahaan menekankan pentingnya pemanfaatan yang tepat sasaran agar proyek berjalan sesuai target dan setiap kewajiban dapat dikelola secara disiplin dan akuntabel.
Proyek industri maritim dan pertahanan umumnya berjalan dalam siklus panjang, melibatkan pemasok dalam dan luar negeri, serta menuntut jaminan transaksi yang kuat. Di titik inilah SKBDN/LC dan Bank Garansi berperan: memastikan pembayaran dan kewajiban kontraktual berjalan aman bagi semua pihak.
Dengan fasilitas Non-Cash Loan, PT PAL tidak perlu mengunci kas perusahaan untuk menerbitkan jaminan. Likuiditas tetap terjaga, sementara kapasitas pelaksanaan proyek bisa berjalan lebih optimal dan terukur sesuai ketentuan yang disepakati.
Pramusti Indrascaryo menegaskan fasilitas ini menuntut tanggung jawab nyata. "Kepercayaan harus dijawab dengan kinerja. Setiap fasilitas yang diberikan harus mampu mendukung progres proyek, dan setiap progres tersebut pada akhirnya harus memberikan nilai bagi perusahaan serta mendukung penyelesaian proyek secara tepat waktu dan berkualitas," ujarnya.
PT PAL juga berkomitmen memenuhi seluruh ketentuan yang disepakati, memperkuat tata kelola perusahaan yang baik, serta menjaga kualitas pelaksanaan dan pelaporan proyek.
Dari sisi Bank BTN, kerja sama ini dipandang sebagai wujud nyata sinergi BUMN. "Menjadi wujud nyata sinergi BUMN, sekaligus meningkatkan kepercayaan stakeholders terhadap keberlanjutan proyek-proyek strategis PT PAL," ujar Sri Astuti.
Langkah PT PAL dan Bank BTN menyasar penguatan kapasitas industri strategis nasional, khususnya pengembangan industri maritim Indonesia. Kolaborasi keduanya diharapkan berlanjut dan semakin kuat, sejalan dengan kebutuhan pembiayaan proyek pertahanan yang tidak bisa dilepaskan dari dukungan perbankan dalam negeri.
Bagi industri maritim nasional, kesepakatan ini menunjukkan perbankan pelat merah semakin aktif masuk ke sektor strategis yang selama ini identik dengan risiko tinggi dan siklus panjang. Pola pembiayaan Non-Cash Loan seperti ini bisa menjadi rujukan bagi BUMN lain yang menggarap proyek serupa.