Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi mengingatkan keluarga di Makassar agar mewaspadai risiko judi online dan pinjaman online yang mengintai anak-anak di ruang digital. Ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka antara orang tua dan anak sebagai fondasi utama menghadapi perubahan lingkungan teknologi. Edukasi literasi digital dinilai perlu melibatkan sekolah, pemerintah daerah, hingga komunitas masyarakat secara berkelanjutan.
MAKASSAR — Fatmawati Rusdi menyampaikan peringatan itu dalam keterangan pers di Makassar, Minggu. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memantau aktivitas anak di dunia nyata, tetapi juga harus memahami lingkungan digital yang diakses sehari-hari.
Ia menggambarkan situasi yang kerap luput dari perhatian keluarga. Anak, suami, atau istri bisa berada dalam jangkauan pandangan, namun di ruang digital mereka terhubung dengan berbagai ancaman yang tak terlihat.
"Anak kita ada di depan mata, begitu juga suami atau istri. Tetapi, di ruang digital, mereka bisa saja terhubung dengan berbagai risiko yang tidak kita ketahui, termasuk judi online dan pinjaman online," ujar Fatmawati.
Fatmawati menilai komunikasi menjadi salah satu fondasi penting dalam menghadapi perubahan lingkungan digital. Orang tua perlu membangun ruang komunikasi yang membuat anak merasa aman menyampaikan persoalan yang dihadapi.
Anak tidak boleh takut atau merasa dihakimi ketika bercerita. Dengan begitu, mereka lebih terbuka saat menghadapi persoalan di dunia maya.
Pendekatan itu dinilai lebih efektif ketimbang sekadar melarang anak menggunakan teknologi. Pengawasan, kata Fatmawati, bukan berarti menjauhkan anak dari perangkat digital.
Pendampingan tetap diperlukan agar teknologi digunakan secara bertanggung jawab, sesuai usia dan kebutuhan anak.
Upaya melindungi anak dari risiko digital tidak bisa hanya dibebankan kepada keluarga. Fatmawati meminta sekolah, pemerintah daerah, organisasi perempuan, tokoh masyarakat, dan komunitas ikut mengambil bagian.
Edukasi mengenai penggunaan teknologi secara sehat dan aman perlu dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari lingkungan pendidikan hingga masyarakat luas.
Dengan bekal itu, anak diharapkan mampu mengenali berbagai risiko di ruang digital sekaligus menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
"Di masyarakat, kita perlu bentuk komunitas untuk bagaimana mengedukasi, mengulang-ulang terus agar kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan tidak terjadi," kata Fatmawati.
Fatmawati berharap penguatan literasi digital di tingkat keluarga dan komunitas berjalan beriringan dengan upaya perlindungan perempuan dan anak. Keduanya dinilai saling menguatkan.
Perkembangan teknologi perlu diarahkan untuk mendukung hal-hal produktif. Namun, aspek keselamatan dan tumbuh kembang anak tidak boleh diabaikan.
Peringatan Wagub Sulsel ini menyusul maraknya kasus judi online dan pinjaman online yang menjerat berbagai kalangan, termasuk anak-anak dan remaja. Literasi digital di tingkat keluarga menjadi salah satu benteng utama mencegah dampak buruknya.