SULAWESI SELATAN — Sebanyak 16 karya sastra dari Spanyol, Meksiko, Jerman, dan Argentina dipresentasikan dalam program Literary Works Pitch for Audiovisual Adaptation di Madrid. Program yang digelar Iberseries & Platino Industria bersama Federasi Guild Penerbit Spanyol (FGEE) ini menjembatani penerbit dan agensi sastra dengan rumah produksi, streamer, studio, serta jaringan TV. Ajang ini menjadi wadah pencarian intellectual property baru untuk layar lebar dan serial.
Dari panggilan terbuka, penyelenggara memilih 14 karya asal Spanyol dan Meksiko, ditambah masing-masing satu dari Jerman dan Argentina. Karya-karya tersebut datang dari beragam genre, latar waktu, dan setting cerita.
Novel Alguien como tú karya Xavier Bosch dari Agencia Literaria Antonia Kerrigan mengangkat kisah perselingkuhan lintas batas antara seorang perempuan menikah asal Barcelona dan pemilik galeri seni dari Paris. Putri perempuan itu kelak berusaha merangkai detail romansa rahasia tersebut.
Dari sisi thriller, Alka I. La mujer del infinito karya Yaiza Nicolás menceritakan petualangan tiga generasi perempuan yang melintasi waktu. Ceritanya berpusat pada sebuah zat yang mampu memperpanjang masa muda dan memperluas batas kehidupan.
Sementara itu, Así en la tierra como debajo de la tierra karya Ana Paula Maia dari Scenic Rights membawa pembaca ke sebuah koloni penjara terpencil di Brasil yang tengah memasuki masa akhir. Sang sipir melepaskan skenario horor: setiap bulan purnama, sejumlah narapidana dibebaskan hanya untuk diburu dengan senjata.
Novel fantasi Cuando vi a la muerte prestar su sombrero karya Rodrigo Unda dari Penguin Random House Grupo Editorial Meksiko mengikuti para Dewi Takdir yang hidup dalam bayang-bayang dengan satu tugas: mengantar jiwa manusia ke alam baka. Suatu hari, salah satu dari mereka terluka dan mulai merasakan emosi manusia.
Dari Cristina Atienza hadir El sueño de las Mariposas, novel tentang persaudaraan yang mempertemukan misteri, sejarah, dan memori di tepi laut. Seorang perempuan yang tertarik pada astrofisika harus mendekam dalam kurungan karena pembangkangannya, lengkap dengan doa paksa dan hukuman.
Miguel Ángel San Juan lewat Alt Autores membawa Las esposas del régimen, misteri modern yang bersinggungan dengan kisah historis perempuan-perempuan penentang diktator patriarkis Jenderal Franco. Novel ini disebut sebagai penghormatan bagi generasi yang dibungkam sekaligus peringatan terhadap kembalinya ideologi represif.
Jurnalis dan ilmuwan politik Ceferino Reato menyodorkan Masacre en el comedor dari Penguin Random House Grupo Editorial Meksiko. Buku ini menyelidiki serangan gerilya paling mematikan di Argentina pada 1970-an, yakni pemboman kelompok gerilya Montoneros di gedung Kepolisian Federal saat masa diktator militer.
Dari Argentina, Silvina Estévez membawa Mi vida con él, memoar Hilda Gadea, ekonom, intelektual, dan aktivis yang merupakan istri pertama Ernesto "Che" Guevara. Film berdasarkan memoar tersebut disebut sudah dalam pengerjaan.
Ada pula Una belleza terrible karya José Ovejero dari Galaxia Gutenberg, novel biografis yang menyelami kehidupan Raymond Molinier (1904–1994), orang kepercayaan Leon Trotsky yang hidupnya didedikasikan untuk idealisme revolusioner dan perjuangan buruh.
Penulis sekaligus seniman Laura Pérez menyertakan novel grafis Nocturnos lewat Alt Autores. Karya ini memakai rangkaian vignette surealis untuk menjelajahi dunia malam yang misterius dan magis. Pérez sebelumnya dinominasikan untuk Emmy Award berkat karyanya pada desain judul pembuka serial Only Murders in the Building.
Inma Benedito dari Agencia Literaria Dos Passos membawa Too Match, kisah kontemporer yang digambarkan sebagai Sex and the City versi queer Madrid dengan bumbu glamor yang lebih minim. Buku harian kencan gagal ini disebut sebagai ode bagi patah hati.
Dua judul lain melengkapi daftar. Cuando te atrevas a sentir karya Tamara Molina mengisahkan Naila yang merasa gagal dan Bruno yang sukses tapi tak bahagia, dua orang berbeda yang mungkin menemukan kenyamanan satu sama lain. Sementara Mentira karya Care Santos mengikuti Xenia, siswa berprestasi yang nilai akademiknya merosot setelah jatuh cinta lewat dunia maya, tanpa tahu siapa sosok misterius di baliknya.
Dari Jerman, Mariana Sández lewat MertinWitt Literary Agency menyodorkan Una casa llena de gente, novel debut tentang duka dan trauma keluarga, gesekan antargenerasi, serta memori yang dirangkai lewat teka-teki naratif dari buku harian dan kesaksian.
Program ini menegaskan posisi pasar sastra berbahasa Spanyol sebagai ladang adaptasi yang terus dilirik industri hiburan global, menyusul jejak sukses penulis bestseller YA Mercedes Ron lewat trilogi Fault dan Drawn Together di Prime Video bersama rumah produksi Pokeepsie Films.