Gubernur Sulsel Sebut Digitalisasi Perkuat Ekonomi UMKM, Sulsel Raih Penghargaan Marketplace BajuBodo Terbaik 3 Nasional

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Sabtu, 26 September 2026 | 13:19:32 WIB
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menjadi narasumber pada FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menegaskan digitalisasi menjadi kunci perluasan akses ekonomi bagi pelaku UMKM di daerah itu, disampaikan saat menjadi narasumber Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center, Jakarta. Sulsel dinilai menjadi salah satu pelopor digitalisasi keuangan daerah, dengan capaian transaksi nontunai dan marketplace BajuBodo yang masuk tiga terbaik nasional versi pemerintah.

MAKASSAR — Komitmen Sulawesi Selatan dalam digitalisasi keuangan daerah mendapat pengakuan tingkat nasional. Penghargaan itu mencakup implementasi transaksi nontunai (TNT) hingga marketplace BajuBodo yang dinilai terbaik ketiga nasional versi pemerintah.

Transaksi melalui platform tersebut mencapai ratusan miliar rupiah dengan puluhan ribu produk yang terdaftar. Pemprov Sulsel juga menjalankan pembayaran pajak kendaraan secara digital dan real-time sebagai bagian dari layanan publik berbasis teknologi.

Digitalisasi Bukan Sekadar Aplikasi

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menekankan bahwa teknologi harus memberi dampak nyata bagi masyarakat, bukan berhenti pada penyediaan aplikasi semata.

"Digitalisasi bukan sekadar menghadirkan aplikasi, tetapi bagaimana teknologi benar-benar memperluas akses, meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat UMKM, mendorong transaksi nontunai, dan membuka peluang ekonomi," ujar Andi Sudirman dalam keterangannya di Makassar, Jumat.

Pernyataan itu disampaikan saat ia menjadi narasumber pada Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit and Expo (FEKDI x IFSE) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Posisi Strategis Sulsel di Indonesia Timur

Andi Sudirman menyebut Sulsel memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di kawasan Indonesia Timur. Posisi itu menjadi modal untuk mempercepat akselerasi ekonomi dan keuangan digital (EKD) melalui ekosistem yang terintegrasi.

Ke depan, akselerasi EKD harus dilakukan secara kolaboratif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Pemerintah daerah disebut terus mendorong penguatan fondasi digital dari hulu ke hilir.

"Kita terus mendorong penguatan fondasi digital melalui perluasan jaringan internet dan telekomunikasi, peningkatan kualitas konektivitas, penguatan pusat data dan sistem informasi, serta peningkatan literasi dan kapasitas sumber daya manusia," jelasnya.

FEKDI x IFSE 2026 Pertemukan Regulator hingga Pelaku Fintech

Forum FEKDI x IFSE 2026 mempertemukan regulator, industri, pelaku fintech, perbankan, serta talenta digital. Pertemuan itu bertujuan mendorong sinergi, inovasi, dan pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital nasional.

Bagi pelaku UMKM di Sulsel, perluasan jaringan internet dan peningkatan literasi digital menjadi prasyarat agar mereka bisa masuk ke pasar yang lebih luas. Tanpa keduanya, program digitalisasi berisiko hanya dinikmati segelintir pelaku usaha di perkotaan.

Pemprov Sulsel belum merinci target transaksi maupun jumlah UMKM yang akan diintegrasikan ke platform digital pada tahun ini. Namun arah kebijakan sudah ditegaskan: digitalisasi ditempatkan sebagai instrumen memperkuat ekonomi kerakyatan, bukan sekadar proyek teknologi.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top