MAKASSAR — Capaian itu diumumkan dalam Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026). Gelaran bertema "Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional" itu diselenggarakan Bank Indonesia bersama OJK, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, ASPI, dan AFTECH.
Acara dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Gubernur Bank Indonesia Destry Damayanti, Ketua OJK Friderica Widyasari Dewi, dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Hadir pula Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu, dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti.
Kabupaten Bone meraih peringkat pertama TPID Kabupaten/Kota Berkinerja Terbaik Wilayah Sulawesi. Kinerja tersebut ditopang strategi 4K: Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.
Bone juga menerapkan program SONGKO' BONE yang mengintegrasikan peningkatan produksi, kelancaran distribusi, Gerakan Pangan Murah, Mini Distribution Centre, dan kerja sama antardaerah. Hasilnya, inflasi Watampone pada 2025 tercatat 2,81% (yoy).
Angka itu lebih rendah dibandingkan inflasi Sulawesi Selatan sebesar 2,84% dan inflasi nasional sebesar 2,92%.
Kota Makassar terpilih sebagai TP2DD Kota Terbaik 2026 Wilayah Sulawesi. Penilaian mencerminkan upaya memperkuat efisiensi tata kelola, konektivitas antarpelaku ekonomi, dan pengambilan kebijakan berbasis data.
Kategori Best Knowledge Sharing dalam Katalis P2DD X DIGDAYA Wilayah Sulawesi diraih Andi Muhammad dari Kabupaten Barru. Bank Indonesia Sulawesi Selatan mendukung capaian tersebut melalui High Level Meeting (HLM) TP2DD dan asistensi bersama pemerintah daerah serta pemangku kepentingan terkait.
Dalam pengendalian inflasi, BI Sulsel memperkuat fungsi advisory dan sinergi bersama pemerintah daerah. Kolaborasi itu diwujudkan lewat HLM TPID, fasilitasi studi tiru ke Nusa Tenggara Barat bersama 24 kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan, serta dukungan operasional Mini Distribution Centre.
BI Sulsel juga menyelenggarakan workshop, evaluasi, dan asistensi penyusunan laporan TPID bersama Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian. Langkah itu diarahkan untuk mempercepat dan memperluas digitalisasi daerah.
Ke depan, BI Sulsel menyatakan akan terus memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas harga serta mempercepat digitalisasi daerah.