SULAWESI SELATAN — Jude Bellingham dinilai bakal mengantar Timnas Inggris mengakhiri puasa gelar turnamen besar. Emile Heskey menyebut gelandang Real Madrid itu sebagai pemimpin lapangan yang tidak butuh ban kapten untuk menggerakkan rekan-rekannya.
Bellingham menjadi sorotan utama Inggris pada Piala Dunia musim panas lalu. Ia masuk tim terbaik turnamen dan finis ketiga dalam voting Golden Ball. Usianya baru menginjak 23 tahun di tengah turnamen, tapi perannya sudah seperti pemain senior.
Mantan striker Timnas Inggris itu mengaku iri tidak pernah merasakan bermain bersama Bellingham. Baginya, kehadiran pemain seperti itu mengubah cara seluruh tim bekerja.
"Sebagai rekan setim, sangat menginspirasi bermain dengan orang seperti dia," kata Heskey kepada FourFourTwo. "Karena semua orang pasti akan saling melihat, 'Kamu yang jalan, kan?' Lalu yang lain berharap orang lain yang mengambil tanggung jawab."
Heskey menyoroti kritik yang sempat menerpa Bellingham jelang turnamen. Banyak pihak meragukan kelayakannya masuk skuad. Jawabannya datang lewat performa di lapangan.
"Dia yang mengambil setiap pertandingan dengan tengkuknya," ujar Heskey. "Dia nomor 10, dan apa kata orang soal nomor 10? 'Ah, mereka malas.' Tapi dia yang berlari mundur, melakukan tekel, lalu menggiring bola. Dia melakukan semuanya."
Menurut Heskey, tidak semua pemain punya karakter seperti itu. Sebagian besar hanya ingin menyatu dengan tim. Bellingham justru memilih menonjol.
Heskey menegaskan Bellingham tidak memerlukan ban kapten untuk memimpin. Karakternya sudah terbaca dari cara ia mengambil inisiatif di momen-momen krusial.
"Dia tidak butuh ban kapten, dia akan melakukannya tetap," kata Heskey. "Kalau kamu butuh dia memakainya, dia akan pakai. Tapi dia tidak perlu memakainya untuk menunjukkan bahwa dia pemimpin."
Soal jumlah gol Bellingham di Piala Dunia, Heskey menyebut angka tujuh sebagai pencapaian luar biasa. Ia menilai torehan itu bukti nyata kontribusi gelandang tersebut, bukan sekadar reputasi.
Heskey menjelaskan alasan tim nasional dibangun dari beragam kepribadian. Ada pemain pekerja keras, ada pula yang berani bersuara dan memicu gesekan demi hasil terbaik.
"Kamu tidak membangun tim dengan kepribadian yang sama semua," ujarnya. "Kamu butuh pekerja keras, kadang butuh orang yang menimbulkan masalah lewat ucapan dan caranya bicara, tapi itu demi mengeluarkan versi terbaik dari semua orang."
Bagi Heskey, Bellingham adalah tipe pemain yang berani berkata tanpa suara: dia langsung bergerak dan yang lain mengikuti. Pada usia 23 tahun, keberanian semacam itu tidak datang ke semua pemain.
Keyakinan Heskey menutup pembicaraan soal keraguan terhadap Bellingham. Dengan pemain seperti itu, Inggris disebutnya akan memenangi trofi.