Anggota DEN Ingatkan PLN Antisipasi Kemarau Panjang di Sulawesi, PLTA Pasok 30 Persen Listrik

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 23 September 2026 | 08:32:02 WIB
Anggota DEN Sripeni Inten Cahyani menilai sistem kelistrikan Sulawesi perlu mengantisipasi dampak kemarau panjang terhadap pasokan PLTA.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) dari unsur pemangku kepentingan, Sripeni Inten Cahyani, menilai sistem kelistrikan Sulawesi perlu bersiap menghadapi musim kemarau panjang yang mengancam pasokan PLTA. PLTA menyumbang sekitar 30 persen pasokan listrik di sistem kelistrikan Sulawesi, sementara PLTU batu bara berkontribusi sekitar 20 persen. Penilaian itu disampaikan menyusul kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan yang mulai berangsur membaik dalam sepekan terakhir.

MAKASSAR — Sripeni menyoroti kombinasi cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sulawesi, termasuk dampak El Nino yang membuat kemarau berkepanjangan. Kondisi itu dinilai memberi tekanan langsung pada pembangkit listrik tenaga air yang menjadi tulang punggung pasokan listrik di kawasan tersebut.

Menurut Sripeni, PLTA memegang peran sekitar 30 persen dalam sistem kelistrikan Sulawesi. Adapun PLTU batu bara menyumbang sekitar 20 persen dari total pasokan.

PLTU Batu Bara Diupayakan Kembali Beroperasi

Di sisi lain, sejumlah PLTU batu bara tengah diupayakan masuk kembali ke sistem setelah menjalani masa pemeliharaan. Langkah itu ditempuh untuk menambah pasokan listrik di tengah tekanan cuaca terhadap pembangkit hidro.

"Saat ini PLTU batu bara sedang diupayakan untuk masuk kembali setelah mereka melakukan pemeliharaan," kata Sripeni.

PLN sebelumnya menjalankan sejumlah langkah untuk menjaga produksi energi selama kemarau. Salah satunya melalui modifikasi cuaca atau hujan buatan guna mempertahankan ketersediaan air pada PLTA.

Wilayah Terdampak Pengaturan Pasokan Listrik Berkurang

Kondisi kelistrikan Sulawesi Selatan disebut mulai berangsur membaik. Indikasinya, wilayah yang terdampak pengaturan pasokan listrik semakin berkurang dalam sepekan terakhir.

"Kita semua tahu bahwa kondisi saat ini ada beberapa kombinasi, yaitu dari cuaca, karena kita mengalami masa El Nino yang panas dan kemarau cukup panjang di Sulawesi ini," ujar Sripeni melalui keterangannya di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa.

Perbaikan kondisi itu dinilai menunjukkan pentingnya membangun sistem energi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan alam dan ketersediaan sumber energi. Penguatan infrastruktur serta pengembangan sumber pasokan yang lebih beragam menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sistem kelistrikan.

PLTS dan BESS Jadi Strategi Jangka Panjang Sistem Sulbagsel

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, PLN menyiapkan pengembangan PLTS dan BESS sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat Sistem Sulbagsel. PLTS akan menambah sumber pasokan listrik dari energi surya.

Adapun BESS berfungsi sebagai sistem penyimpanan energi yang mendukung fleksibilitas sistem ketika produksi pembangkit energi terbarukan berubah. Teknologi itu juga berguna saat daya mampu pembangkit hidro mengalami penurunan.

Penguatan ini menjadi bagian dari upaya PLN mengembangkan sumber energi yang lebih beragam sekaligus memperkuat fleksibilitas sistem. Pembangkit berbasis hidro menjadi salah satu yang paling terdampak karena sangat dipengaruhi kondisi hidrologi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: makassar.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top