Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah IV Makassar mengeluarkan peringatan dini potensi udara panas di lima wilayah Sulawesi Selatan dengan ambang suhu terasa mencapai 40-45 derajat Celsius. Kelima wilayah kategori siaga itu adalah Gowa, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, dan Wajo. Selain udara panas, BBMKG juga memperingatkan potensi angin kencang di 14 daerah pada hari yang sama.
MAKASSAR — Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar Noviana menyampaikan peringatan tersebut berdasarkan pantauan peringatan dini cuaca. Lima daerah berstatus siaga udara panas, sementara 16 kabupaten dan kota lain masuk kategori waspada dengan ambang suhu terasa 35-40 derajat Celsius.
Wilayah kategori waspada meliputi Barru, Bone, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Makassar, Maros, Palopo, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Sinjai, Soppeng, dan Takalar. Peringatan berlaku untuk aktivitas warga pada Selasa (22/9).
Selain suhu tinggi, BBMKG mengeluarkan peringatan waspada potensi angin kencang di Barru, Bantaeng, Bulukumba, Gowa, Jeneponto, Kepulauan Selayar, Maros, Pangkep, Parepare, Pinrang, Sidrap, Soppeng, Takalar, dan Wajo. Kecepatan angin diprakirakan mencapai 37-46 kilometer per jam.
Kondisi cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan pada pagi hingga siang. Hujan ringan masih berpotensi turun di sebagian Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Sidrap, Tana Toraja, dan Toraja Utara pada siang hingga sore.
Pada malam hari, hujan ringan berpotensi terjadi di sebagian Enrekang, Luwu, Luwu Timur, Luwu Utara, Palopo, dan Sidrap. Memasuki dini hari, potensi serupa diprakirakan muncul di Luwu Timur dan Luwu Utara.
Suhu udara Sulsel pada 22 September diprakirakan berada di kisaran 18-37 derajat Celsius dengan kelembapan 49-100 persen. Arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 13-41 kilometer per jam.
BBMKG mengimbau masyarakat, terutama di wilayah kategori siaga, meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas saat beraktivitas di luar ruangan. Warga juga diminta memperhatikan kondisi tubuh dan mencukupi kebutuhan cairan.
Peringatan ini muncul karena sebagian besar wilayah Sulsel masih berada pada puncak musim kemarau. BMKG sebelumnya menyebut masa peralihan musim berpotensi berlangsung lebih lambat dari kondisi normal.