SULAWESI SELATAN — Sekitar 200 perusahaan asuransi di Amerika Serikat kembali mendapat kesempatan menuntut ganti rugi dari Hyundai dan Kia atas kerugian akibat gelombang pencurian kendaraan yang mudah dibobol. Pengadilan banding federal membalikkan putusan yang sebelumnya menolak gugatan senilai lebih dari USD 1 miliar tersebut, membuka jalan bagi proses hukum yang bisa memakan waktu bertahun-tahun.
Putusan Pengadilan Banding Sirkuit Ke-9 Amerika Serikat membatalkan keputusan hakim distrik James V. Selna yang sebelumnya menolak gugatan sekitar 200 perusahaan asuransi terhadap Hyundai dan Kia. Gugatan itu menuduh kedua produsen asal Korea Selatan tersebut sengaja berhenti memasang perangkat engine immobilizer pada kendaraan yang dikirim ke pasar Amerika Serikat.
Menurut laporan Los Angeles Times, nilai klaim yang dituntut para perusahaan asuransi bisa melampaui USD 1 miliar. Angka itu mencakup penggantian klaim kendaraan yang dicuri, kerusakan akibat percobaan pencurian, serta biaya terkait lainnya.
Masalah ini berawal beberapa tahun lalu ketika sekelompok anak muda yang menyebut diri mereka "Kia Boyz" mengunggah video di media sosial yang memperlihatkan betapa mudahnya mencuri sejumlah model Hyundai dan Kia tertentu. Metode yang mereka tunjukkan menyebar cepat, dan angka pencurian kendaraan kedua merek itu melonjak drastis.
Lonjakan tersebut memicu gelombang gugatan dari berbagai negara bagian. Hyundai dan Kia kemudian merespons dengan memasang perangkat lunak anti-pencurian baru pada kendaraan pelanggan mereka. Namun, langkah itu tidak menghentikan proses hukum yang sudah berjalan.
Hakim Selna sebelumnya berpendapat bahwa pengadilannya tidak memiliki yurisdiksi atas produsen asing. Pengadilan Banding Sirkuit Ke-9 menilai sebaliknya. Menurut majelis hakim, karena Hyundai dan Kia mengirim kendaraan dengan kapal menuju pelabuhan California, hubungan dengan negara bagian itu cukup kuat untuk menegakkan yurisdiksi.
"By placing the vehicles on ships bound for California ports, the Korean entities purposefully availed themselves of the forum and purposefully aimed their goods at California," tulis Hakim Sirkuit Eric D. Miller dalam putusannya.
Putusan ini tidak otomatis berarti Hyundai dan Kia harus membayar USD 1 miliar. Yang terjadi adalah gugatan tersebut kini dapat dilanjutkan, dan kasusnya dikembalikan ke pengadilan distrik Hakim Selna untuk diproses lebih lanjut.
Terlepas dari nilai tuntutan yang besar, persoalan yang lebih luas adalah berapa lama dampak krisis pencurian ini akan bertahan. Sebuah studi dari UCLA memperkirakan lonjakan pencurian Hyundai dan Kia di Los Angeles akan terus berlanjut setidaknya hingga 2042.
Artinya, masalah ini tidak akan selesai hanya dengan putusan pengadilan atau pembaruan perangkat lunak. Produsen, perusahaan asuransi, dan pemilik kendaraan di Amerika Serikat masih akan menghadapi konsekuensinya selama bertahun-tahun ke depan.