MAKASSAR — Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, menyatakan pembukaan lajur dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan umur dan kekuatan beton. Lajur yang masih ditutup menunggu beton mencapai kekuatan sesuai perencanaan teknis sebelum dibuka untuk umum.
"Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka," jelas Andi Ihsan.
Ruas Jalan Aroepala ditangani dengan konstruksi beton setebal total 40 sentimeter. Lapisan itu terdiri dari lean concrete atau beton dasar 10 sentimeter dan concrete pavement atau beton utama 30 sentimeter.
Total panjang ruas yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYP Tahun Anggaran 2025-2027. Beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar, dengan masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari sebagai faktor keamanan tambahan.
Pembukaan jalan sebelum beton mencapai kekuatan yang dibutuhkan berisiko meningkatkan kerusakan konstruksi. Karena itu, pemfungsian lajur dilakukan mengikuti hasil pengujian kekuatan material.
Pemilihan konstruksi rigid pavement mempertimbangkan kondisi Jalan Aroepala yang kerap tergenang saat hujan. Lapisan aspal di ruas tersebut sebelumnya telah beberapa kali mengalami kerusakan dan perbaikan.
"Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien," tegas Andi Ihsan.
Selain badan jalan, proyek mencakup pembangunan bahu jalan dan trotoar dengan lebar sekitar 2,5 hingga 3,5 meter. Sistem drainase dibangun menggunakan saluran berdiameter sekitar 1,2 meter.
Ukuran saluran disesuaikan dengan elevasi kawasan untuk mengalirkan air menuju kanal utama. Penanganan drainase menjadi bagian dari upaya mengurangi genangan yang selama ini terjadi di lintasan Aroepala.
Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman meminta masyarakat bersabar selama proses pembukaan ruas jalan dilakukan secara bertahap. Menurutnya, seluruh pekerjaan dijalankan bertahap agar kualitas konstruksi tetap terjaga.
"Kami memohon kesabaran masyarakat karena seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap agar kualitasnya tetap terjaga dan hasilnya dapat dinikmati dalam jangka panjang," ucap Andi Sudirman.
Dengan pembukaan bertahap, akses Jalan Aroepala diharapkan semakin lancar sementara kualitas konstruksi tetap terjaga. Seluruh lajur ditargetkan dapat difungsikan setelah masa pematangan beton selesai.