Prabowo Kunci Pangan & Energi, B50 hingga Koperasi Desa Jadi Prioritas

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 17 September 2026 | 12:38:31 WIB

SULAWESI SELATAN — Presiden Prabowo Subianto menegaskan ketahanan pangan dan kemandirian energi sebagai fondasi utama pemerintahannya, disusul pengentasan kemiskinan ekstrem dan digitalisasi sekolah. Prioritas itu ia sampaikan dalam program "Presiden Prabowo Menjawab" bersama sejumlah pemimpin redaksi media nasional di Hambalang, Jawa Barat. Fokus pada sektor-sektor dasar ini dinilai menentukan arah belanja negara dan program pembangunan tahun ini.

Paragraf pembuka: Pemerintah menempatkan pangan dan bahan bakar minyak sebagai dua urusan paling mendasar yang harus diamankan lebih dulu. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal itu dalam wawancara bersama sejumlah pemimpin redaksi media nasional yang dirilis Badan Komunikasi Pemerintah di Jakarta, Rabu (16/9/2026). Dari situ, ia memaparkan sejumlah prioritas lain yang menyusul: transisi energi, penanganan stunting, hilirisasi, hingga pembenahan sekolah.

Pangan dan BBM Jadi Urusan Pertama

"Yang paling mendasar bagi saya, saya harus amankan pangan. Habis itu kita harus amankan BBM," tegas Prabowo dalam program tersebut.

Pernyataan itu menempatkan dua sektor ini sebagai prasyarat sebelum program lain berjalan. Pangan menyangkut kebutuhan harian rumah tangga, sementara BBM berkaitan langsung dengan biaya transportasi, industri, dan logistik nasional.

Dorong B50 dan Energi Surya Skala Besar

Untuk mengantisipasi kebutuhan energi nasional, pemerintah mendorong pengembangan bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit, termasuk program Biodiesel 50 persen atau B50. Pemanfaatan energi surya skala besar juga masuk dalam rencana.

Langkah ini berjalan beriringan dengan efisiensi anggaran dan penyelamatan uang negara dari potensi kebocoran. Hasil penghematan tersebut akan dialokasikan ke sektor produktif yang mampu menghasilkan devisa dan membuka lapangan kerja baru.

Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Jadi Sasaran

Di luar urusan pangan dan energi, Presiden menaruh perhatian serius pada kesejahteraan masyarakat, terutama masalah gizi dan kemiskinan.

"Bagi saya yang harus segera kita atasi adalah kelaparan anak-anak, stunting, kemiskinan absolut, dan kemiskinan ekstrem," ujar Prabowo.

Pernyataan ini menyasar kelompok paling rentan. Stunting berdampak jangka panjang pada kualitas SDM, sementara kemiskinan ekstrem menyangkut daya beli dan akses layanan dasar warga.

Hilirisasi dan Koperasi Desa Merah Putih

Di bidang ekonomi, pemerintah terus memacu percepatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri. Kebijakan ini menyasar agar bahan mentah tidak dijual langsung ke luar negeri, melainkan diolah lebih dulu di dalam negeri.

Untuk memperkuat ekonomi arus bawah, pemerintah mengembangkan Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini dirancang untuk memotong rantai pasok logistik, meningkatkan pendapatan warga, serta memberi kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan.

"Jadi mereka tidak perlu khawatir lagi offtaker-nya ke mana. Perhitungannya sangat jelas, kehidupan mereka akan tambah baik," kata Presiden.

Digitalisasi Sekolah dan Kompetensi Guru

Sektor pendidikan juga dibenahi. Pemerintah melakukan intervensi langsung untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui digitalisasi pembelajaran, renovasi fasilitas sekolah, hingga peningkatan kompetensi guru.

Ketiga langkah itu menyentuh sisi yang berbeda: sarana fisik, cara belajar, dan kualitas pengajar. Presiden optimistis seluruh langkah strategis ini akan memperkuat fondasi bangsa menghadapi tantangan global.

"Kita ingin semua berjalan lebih cepat, tetapi insya Allah kita akan berhasil mencapai sasaran kita," pungkas Prabowo.

Penutup: Deretan prioritas yang dipaparkan Presiden memberi gambaran ke mana belanja negara dan program kementerian akan diarahkan. Pangan dan energi ditempatkan paling depan, sementara hilirisasi, koperasi desa, dan digitalisasi sekolah menjadi penggerak di lapisan berikutnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: voi.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top