Pemprov Sulsel Genjot Irigasi Rp 780 Miliar di 16 Daerah, 54.000 Hektare Sawah Jadi Sasaran

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 17 September 2026 | 12:31:31 WIB

MAKASSAR — Gubernur Andi Sudirman Sulaiman dan Wakil Gubernur Fatmawati Rusdi menempuh jalur infrastruktur pertanian untuk mendongkrak produksi pangan Sulawesi Selatan. Rehabilitasi jaringan irigasi digulirkan lewat skema Multi Years Project (MYP) APBD Sulsel 2025–2027 dengan nilai Rp 780 miliar.

Pekerjaan menyasar 39 daerah irigasi yang tersebar di 16 kabupaten/kota, mulai Maros, Gowa, Bone, hingga Luwu Timur. Total lahan persawahan yang menjadi target pemulihan mencapai 54.000 hektare.

Berdasarkan data per 13 September 2026, progres fisik proyek telah menembus 17,8 persen sejak dimulai pada April 2026.

Kerusakan Bendung Turunkan Fungsi Irigasi Hingga 50 Persen

Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menyebut penormalan jaringan irigasi mendesak dilakukan. Fasilitas eksisting mengalami penurunan fungsi hingga 50 persen akibat kerusakan bendung dan penyumbatan saluran.

Kondisi itu kerap memicu kegagalan pasokan air ke areal sawah hilir. Petani di sejumlah daerah pun terpaksa bergantung pada cuaca untuk menentukan jadwal tanam.

Indeks Pertanaman Diproyeksikan Naik Dua hingga Tiga Kali Setahun

Perbaikan jaringan irigasi membuka peluang peningkatan intensitas panen. Indeks Pertanaman (IP) diproyeksikan naik dari pola tanam yang bergantung musim menjadi dua sampai tiga kali dalam setahun.

Peningkatan IP menjadi kunci mendongkrak produktivitas lahan yang selama ini terhambat keterbatasan pasokan air. Dampaknya langsung terasa bagi petani di daerah hilir yang paling sering terdampak kegagalan irigasi.

DPR Apresiasi Skema Pembiayaan Multi Years

Anggota Komisi V DPR RI, Hamka B Kady, menilai proyek rehabilitasi jaringan irigasi tersebut sebagai kunci memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Sulsel.

"Di Kabupaten Jeneponto itu kami terus melakukan pembangunan jaringan irigasi, termasuk juga di Takalar, Gowa, dan beberapa daerah lain. Kalau Pemprov Sulsel membangun, maka akan baguslah pertanian kita ke depan dalam hal mewujudkan swasembada pangan," ujar Hamka, Rabu (16/9/2026).

Politisi Partai Golkar itu menegaskan langkah perbaikan infrastruktur pengairan melalui skema MYP sangat tepat dan berani.

"Karena kita tidak lagi berkutat dengan masalah dasar pertanian. Langkah Pak Gubernur ini, sekali lagi saya sampaikan, ini tepat dan berani. Ini bagus, ke depan kita tinggal dorong modernisasi alat pertaniannya dan SDM-nya," tambah Hamka.

Modernisasi Alat dan SDM Jadi Pekerjaan Berikutnya

Setelah infrastruktur irigasi dibenahi, Hamka mendorong pemerintah fokus pada modernisasi alat pertanian dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Dua aspek itu dinilai menentukan apakah peningkatan Indeks Pertanaman bisa bertahan dalam jangka panjang.

Proyek irigasi senilai Rp 780 miliar ini menjadi salah satu program infrastruktur terbesar Pemprov Sulsel di sektor pertanian. Pelaksanaannya berjalan bertahap hingga 2027 dengan target seluruh daerah irigasi tuntas sesuai jadwal.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: infokini.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top