MAKASSAR — Tambakmi, eksportir udang vaname asal Sulawesi Selatan, menerima undangan khusus untuk membuka booth di Bursa Wirausaha Unggulan Unhas yang diselenggarakan Kementerian UMKM RI. Dari sekian banyak peserta, Tambakmi tercatat sebagai satu-satunya produsen hasil kelautan dalam bursa tersebut.
Produksi mereka tidak lagi berputar di pasar lokal. Udang paname atau vaname merek Tambakmi sudah menjadi langganan reguler importir di sejumlah negara maju.
Salah satu pendiri Tambakmi, Adi, menyebut pasar ekspor mereka sudah berjalan stabil. "Kami sudah melakukan ekspor ke Amerika, Jepang. Untuk pasar lokal, juga beberapa restoran dan minimarket sedang penjajakan," ujar alumni Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin itu, Selasa (15/9).
Selain ekspor, Tambakmi tengah menjajaki kerja sama dengan restoran dan minimarket dalam negeri. Langkah itu membuka peluang pasar lokal yang lebih luas bagi hasil budidaya mereka.
Adi bersama head founder Fikram mengembangkan sistem hybrid dalam membudidayakan udang. Sistem itu mencakup pengecekan kondisi air hingga kebersihan tambak secara berkala.
Selain hasil produksi, Tambakmi memperkenalkan kemasan ecogreen hasil daur ulang dalam pameran tersebut. Inovasi kemasan ini menjadi nilai tambah tersendiri di mata pengunjung.
Perjalanan Tambakmi tidak instan. Adi mengaku usaha mereka sudah melewati berbagai dinamika, termasuk fluktuasi hasil panen.
"Kita itu panen dalam 3 bulan sekali, kadang ada kondisi (cuaca) atau human error yang mengurangi hasil produksian, tapi itu biasa dalam sebuah dinamika usaha," bebernya.
Siklus panen tiga bulan sekali itu menjadi ritme produksi yang harus dijaga. Gangguan cuaca dan kesalahan teknis di lapangan menjadi dua faktor utama yang memengaruhi volume hasil.
Booth Tambakmi termasuk yang dikunjungi Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman. Bursa Wirausaha Unggulan memang mengundang Menteri Maman secara khusus untuk memberi motivasi kepada para pelaku usaha.
Beragam komunitas dan inkubator UMKM hadir dalam kegiatan itu. Mahasiswa dan masyarakat tampak antusias mengikuti rangkaian acara.
Bursa Unggulan UMKM RI juga dihadiri Forkopimda. Beberapa kepala daerah terlihat hadir untuk melihat langsung produksi UMKM yang berpotensi dikomersialkan di daerah masing-masing.