Marc Marquez Andalkan Tren 5 Kemenangan untuk Jinakkan Kutukan Mandalika

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 15 September 2026 | 17:49:32 WIB
Pembalap Marc Marquez mengandalkan tren lima kemenangan dalam tujuh seri terakhir MotoGP 2026.

SULAWESI SELATAN — MotoGP Mandalika dijadwalkan bergulir pada 9-11 Oktober mendatang, masuk dalam enam seri terakhir musim ini. Sebelum ke Lombok, kalender lebih dulu memuat MotoGP Austria pada 18-20 September dan MotoGP Jepang pada 2-4 Oktober.

Posisi Marquez di puncak klasemen tidak datang dari start mulus. Dalam lima balapan pertama musim ini, ia hanya dua kali finis di sesi full race. Setelah periode itu, pembalap yang dijuluki Baby Alien tersebut berbalik menguasai lintasan.

Lima Kemenangan dari Tujuh Seri Terakhir

Rekam jejak tujuh seri terakhir jadi bukti kebangkitan Marquez. Ia menang lima kali di sesi full race, dan empat di antaranya disempurnakan dengan kemenangan di sprint race.

Hasil itu mengangkatnya ke puncak klasemen MotoGP 2026. Poinnya sama dengan Jorge Martin, tetapi Marquez berhak atas posisi teratas karena unggul jumlah kemenangan seri grand prix.

Dengan tren tersebut, Marquez kini diprediksi jadi favorit juara dunia. Namun prediksi itu belum menyentuh satu soal pun: Mandalika.

Mandalika, Satu-satunya Trek Tanpa Poin bagi Marquez

Sejak MotoGP Mandalika masuk kalender pada 2022, Marquez belum pernah sekalipun mengumpulkan poin di sana. Pada edisi perdana, ia mengalami kecelakaan di sesi pemanasan dan tidak turun di balapan full race.

Tiga edisi setelahnya berjalan lebih buruk. Marquez selalu terjatuh dan gagal finis, tanpa satu pun hasil yang bisa dihitung ke klasemen.

Catatan itu membuat Mandalika berdiri sendiri di antara sirkuit-sirkuit yang ia taklukkan musim ini. Trek yang secara teori cocok dengan gaya balap agresifnya justru jadi tempat paling tidak bersahabat.

Kenapa Mandalika Krusial untuk Perburuan Gelar

Mandalika termasuk enam seri terakhir MotoGP 2026. Setiap poin yang hilang di Lombok akan sulit dikejar di sisa musim, terutama karena Martin berada di jarak yang belum terpisahkan.

Selisih kemenangan seri jadi pembeda sementara antara Marquez dan Martin. Jika Marquez kembali gagal finis di Mandalika, keunggulan tipis itu bisa langsung menguap.

Di sisi lain, tren lima kemenangan dalam tujuh seri menunjukkan Marquez dan timnya sudah menemukan setelan yang konsisten. Pertanyaannya tinggal satu: apakah setelan itu bekerja di aspal Mandalika yang selama ini menolaknya.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top