Somerset, Notts, dan Warwickshire Bersaing Ketat di Dua Laga Terakhir County Championship

Penulis: Aditya Nugraha  •  Senin, 14 September 2026 | 22:34:31 WIB
Somerset memimpin klasemen County Championship dengan keunggulan empat poin atas Nottinghamshire.

SULAWESI SELATAN — Kompetisi kriket kelas satu Inggris memasuki pekan-pekan paling menegangkan. Somerset memimpin klasemen, tapi keunggulan mereka atas Nottinghamshire hanya empat poin, sementara Warwickshire menempel tak jauh di belakang dengan selisih lima poin dari puncak.

Karena ketiganya tidak saling bertemu, perhatian penggemar akan terbelah ke enam pertandingan di dua ronde terakhir. Faktor bonus poin, cuaca, hingga hasil undian koin bisa menentukan siapa yang akhirnya mengangkat trofi di Edgbaston.

Somerset dan Kutukan yang Belum Terpecahkan

Somerset adalah satu dari tiga county yang belum pernah menjuarai County Championship. Pencarian gelar ini sudah menjadi obsesi panjang bagi klub asal Taunton itu, sebanding dengan penantian 86 tahun Boston Red Sox atau 114 tahun Hibernian di Piala Skotlandia.

Tim hebat mereka di akhir 1970-an dan awal 1980-an diperkuat Ian Botham, Joel Garner, dan Viv Richards, tapi gelar juara justru selalu lepas. Antara 2001 dan 2019, Somerset enam kali finis sebagai runner-up.

Craig Overton, Tom Abell, Lewis Gregory, dan Jack Leach adalah bagian dari skuad yang terakhir kali gagal di posisi kedua, dan kini mereka masih menjadi tulang punggung tim. Overton tampil luar biasa musim ini dengan bola maupun bet.

"Masih jauh perjalanan di Championship ini dan masih banyak kriket yang harus dimainkan," kata Overton kepada BBC Radio Somerset.

"Kami hanya harus terus melakukan hal kami, mengerjakan dasar-dasarnya, dan lihat posisi kami di akhir pertandingan ini."

Notts Incar Gelar Beruntun Pertama

Nottinghamshire adalah kuda hitam musim lalu ketika menggagalkan Surrey meraih empat gelar beruntun, termasuk kemenangan berkesan di The Kia Oval. Kini mereka justru menjadi tim yang diburu, dan berpeluang menjadi skuad Notts pertama yang mempertahankan gelar.

Joe Clarke menjadi batter terbaik di sirkuit county dengan 1.240 run, hampir 300 run lebih banyak dari pesaing terdekatnya di Divisi Satu. Serangan bowling yang dipimpin Olly Stone dan Dillon Pennington menyulitkan semua tim.

Kegagalan mengalahkan Leicestershire awal bulan ini membuat Somerset menyalip mereka. Kemenangan dramatis 54 run atas Hampshire di Trent Bridge menjaga jarak tetap empat poin.

"Kami semua tahu apa yang dibutuhkan pekan ini untuk tetap berada di persaingan menuju dua pertandingan terakhir," ujar Stone, yang mencatat 9-95 saat melawan Hampshire.

"Kami pergi ke Sussex sekarang dan mereka sedang bermain bagus, lalu kembali ke kandang melawan Yorkshire ketika kami sudah tahu apa yang harus dilakukan. Semoga kami bisa membawanya pulang lagi."

Bonus Poin Jadi Faktor Penentu

Dengan jarak yang begitu tipis, cara mengumpulkan poin menjadi krusial. Maksimal 48 poin tersedia di dua laga terakhir, tapi Somerset bisa menang dua kali dan tetap gagal juara karena variasi bonus poin.

Kemenangan bernilai 16 poin, seri 8 poin, dan kalah 0 poin. Bonus batting diberikan berdasarkan run di 110 over pertama innings pertama, sementara bonus bowling berdasarkan wicket yang diambil di periode yang sama.

  • Menang: 16 poin
  • Seri: 8 poin
  • Kalah: 0 poin
  • Bonus batting: 1-5 poin (250 run hingga 450+ run)
  • Bonus bowling: 1-3 poin (3 wicket hingga 9-10 wicket)

Total, sebuah tim bisa mengumpulkan hingga 24 poin dari satu pertandingan jika menang plus bonus maksimal.

Warwickshire Menunggu di Rel Terluar

Berbeda dari dua rivalnya, Warwickshire tidak memikul beban sejarah apa pun. Jika Somerset dan Notts diibaratkan Roger Federer dan Rafael Nadal, The Bears adalah Novak Djokovic yang diam-diam mendekat dari rel terluar.

Mantan bowler Inggris Chris Woakes memimpin kemenangan dramatis satu wicket atas Sussex bulan lalu. Dua pertandingan terakhir mereka dominan, menang innings di keduanya, saat memburu gelar kesembilan dan yang pertama sejak musim Covid 2021.

Warwickshire hanya butuh sedikit lebih dari 150 over untuk mengambil 40 wicket dalam dua laga terakhir. Mereka kini menunggu, siap memanfaatkan setiap kelengahan Somerset dan Notts di pekan-pekan penentuan.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top