MAKASSAR — Pertamina menempuh jalur teknis dan koordinasi lintas pihak untuk memutus antrean BBM yang dalam beberapa hari terakhir mengular di sejumlah SPBU Kota Makassar. Selain membuka buffer zone 24 jam, perusahaan menambah SPBU yang melayani penuh produk Pertalite.
"Kami dari Pertamina akan meningkatkan kinerja manajemen dan operator SPBU, sekaligus mengoptimalkan seluruh fasilitas pengisian agar pelayanan kepada masyarakat di Makassar berlangsung lebih cepat," kata Eko Ricky Susanto.
Pertemuan dengan Wali Kota Munafri Arifuddin berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota Makassar. Eko memastikan stok BBM di kota itu dalam kondisi aman.
Sejumlah langkah teknis disiapkan untuk mempercepat pelayanan. Pertamina mendorong optimalisasi fasilitas pengisian di tiap SPBU agar seluruh nozzle bekerja maksimal.
"Kita juga sudah membuka buffer zone 24 jam dan kemudian kemarin ada sekitar 12 SPBU yang kita buka full Pertalite," ungkap Eko.
Menurutnya, penambahan SPBU full Pertalite bertujuan mengoptimalkan nozzle yang ada. Tujuannya agar layanan ke masyarakat Kota Makassar tidak menumpuk di satu titik.
Pertamina mendukung kebijakan ganjil-genap yang diberlakukan Pemerintah Kota Makassar. Eko menegaskan aturan itu tidak dimaksudkan membatasi warga membeli BBM.
"Sejak tadi malam sudah dikeluarkan kebijakan ganjil-genap untuk pengaturan, sebenarnya bukan pembatasan, tetapi pengaturan," katanya.
Kebijakan tersebut diarahkan mengendalikan arus kendaraan agar antrean tidak kembali mengular hingga ke jalan raya. Hasilnya, hingga Minggu siang, 15 SPBU menunjukkan antrean yang mulai melandai.
"Alhamdulillah hari ini kami laporkan sampai siang tadi ada 15 SPBU sudah landai. Jadi antreannya tidak sampai ke jalan lagi, hanya di dalam dan itu kita anggap sudah cukup normal," ungkapnya.
Pasokan BBM ke Makassar dipastikan tetap terjaga. Kapal pengangkut BBM akan terus masuk memasok kebutuhan, tidak hanya Pertalite tetapi seluruh produk termasuk solar.
Mobil tangki juga tetap beroperasi 24 jam untuk mendistribusikan BBM ke SPBU. Eko menyebut koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan di lapangan.
"Kami berterima kasih kepada Pak Wali dan jajaran Pemerintah Kota Makassar yang sudah men-support kita untuk bisa memecahkan dan mencari solusi atas antrean yang terjadi di Makassar," tuturnya.
Pertamina mengimbau masyarakat tidak khawatir terhadap ketersediaan BBM. Warga diminta membeli sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
"Sebenarnya masyarakat tidak perlu khawatir karena secara stok kita jaga. Yang paling penting digunakan saja sesuai kebutuhan," imbuh Eko.
Ia mengaku sempat berdiskusi dengan sejumlah konsumen di lapangan. Respons yang diterima positif setelah berbagai kebijakan pengaturan antrean mulai diterapkan.
Pertamina menargetkan situasi distribusi dan pelayanan BBM di Kota Makassar kembali kondusif dalam satu hingga dua hari ke depan.