SULAWESI SELATAN — Dua ponsel ini sama-sama mengusung baterai 6000 mAh dan dijual di kisaran Rp 2,3 juta. Cara keduanya mengejar nilai jualnya bertolak belakang. Redmi Note 15 4G mengandalkan layar dan kamera, Tecno Pova 7 menabrak lewat tenaga dan jaringan 5G.
Redmi Note 15 4G memakai panel AMOLED 6,77 inci dengan 68 miliar warna, refresh rate 120Hz, PWM dimming 3840Hz, dan peak brightness 3200 nits. Paket ini menyamai layar ponsel Rp 5 jutaan. Tecno Pova 7 hanya membawa IPS LCD 6,78 inci 144Hz — refresh rate lebih tinggi, tapi kontras, ketajaman warna, dan viewing angle kalah.
Bobot juga berpihak ke Redmi: 183,7 gram vs 207 gram. Ditambah proteksi Mohs level 5 yang tidak dimiliki Tecno, Redmi unggul jauh di sektor ini.
Di atas kertas, ini bukan pertandingan. Tecno Pova 7 ditenagai Dimensity 7300 Ultimate 4nm dengan skor AnTuTu total 854.837 (CPU 319.721, GPU 125.022, MEM 145.173, UX 264.921). Redmi Note 15 4G hanya mengandalkan Helio G100 Ultra 6nm dengan AnTuTu SoC 248.489 (CPU 203.553, GPU 44.936).
Selisih skor GPU hampir tiga kali lipat. Tecno masih sanggup menjalankan Genshin Impact di setting medium-high 60fps, sementara Redmi harus puas low-medium 30-40fps. RAM 8GB di Tecno juga membuat multitasking terasa lebih responsif dibanding Redmi yang tersedia dalam 6GB atau 8GB.
Kapasitas baterai keduanya identik di 6000 mAh, tapi cara mengisinya berbeda jauh. Redmi Note 15 4G hanya menyediakan 33W wired dan 18W reverse wired, tanpa wireless charging.
Tecno Pova 7 menawarkan 45W wired (50% dalam 29 menit, penuh dalam 69 menit), 30W wireless magnetic, dan 10W reverse wired. Fitur wireless magnetic 30W di kelas harga ini nyaris tidak ada tandingannya — biasanya fitur semacam ini hanya muncul di flagship.
Tecno Pova 7 mendukung 5G SA/NSA, Wi-Fi 6, dan FM radio. Redmi Note 15 4G hanya 4G LTE, Wi-Fi 5, dan tanpa FM radio. Bluetooth Tecno tidak disebutkan versinya secara jelas, yang sedikit mengganggu, tapi Wi-Fi 6 dan 5G sudah menutupi kekurangan itu.
NFC ada di keduanya, tapi pada Redmi sifatnya region-dependent — ada kemungkinan unit tertentu tidak dibekali NFC. Membeli ponsel 4G baru di 2026 makin sulit dibenarkan karena operator 5G sudah ekspansi di kota-kota besar Indonesia dan jaringan 4G akan semakin padat.
Redmi Note 15 4G memimpin di atas kertas: 108 MP f/1.7 dengan sensor 1/1.67 inci, plus selfie 20 MP. Tecno Pova 7 hanya 50 MP tanpa detail ukuran sensor, dengan selfie 13 MP. Sensor besar Redmi memberi ruang cropping lebih luas dan kemungkinan performa low-light lebih baik.
Tecno membalas lewat video 4K@30fps, sementara Redmi mentok di 1080p@60fps. Keduanya tidak dilengkapi OIS, jadi rekaman video akan tetap goyang di tangan. Tidak ada data DxOMark untuk keduanya, jadi penilaian kualitas foto murni subjektif.
Redmi Note 15 4G berjalan di Android 15 dengan HyperOS 2 dan komitmen 4 major upgrades. Tecno Pova 7 memakai Android 15 dengan HIOS 15 tanpa kejelasan berapa lama update akan diberikan. HIOS secara historis dikenal sarat bloatware dan lambat mendapat pembaruan.
Ironinya, hardware Tecno yang jauh lebih kuat membuat software-nya terasa lebih lancar meski umur updatenya lebih pendek. Redmi unggul di longevity, Tecno unggul di pengalaman pakai harian.
Redmi Note 15 4G:
Tecno Pova 7:
Kalau kebutuhan utama adalah layar enak, kamera 108 MP, dan update panjang, Redmi Note 15 4G masih pilihan rasional. Tapi begitu Anda butuh 5G, performa gaming, dan fleksibilitas charging, Tecno Pova 7 menang tanpa perlawanan berarti.
Rekomendasi jujurnya: untuk pembelian di 2026, Tecno Pova 7 lebih future-proof. Membeli ponsel 4G baru di harga Rp 2 jutaan adalah keputusan yang makin sulit dipertanggungjawabkan, sebagus apa pun layarnya.