SULAWESI SELATAN — Foto tersebut dikirim pembaca Electrek, Adam Machacek, yang menemukan unit itu sedang parkir. Terlihat setir kotak khas Cybertruck terpasang di atas kolom kemudi yang mencuat, dengan panel interior dibongkar sehingga rangka penyangganya kelihatan jelas.
Di balik setir, ada rel penyangga yang bisa disetel — perangkat sementara yang biasa dipakai untuk menguji mobil yang belum punya tempat setir dari pabrik. Unit ini memakai pelat manufaktur Texas dan pelat nomor "CYBERCAB" di depan.
Warnanya masih dibalut stiker keemasan yang sama seperti unit uji Tesla lainnya. Yang menonjol justru ukurannya. Machacek mengaku terkejut melihat proporsinya yang ringkas.
"This was my first time seeing this car and I was pleasantly surprised about its overall compact size and city-friendly proportions," ujarnya kepada Electrek. "One can not stop thinking this was originally meant to be the 'cheap' Tesla."
Tesla memperkenalkan Cybercab pada Oktober 2024 sebagai robotaxi dua kursi tanpa setir, tanpa pedal, dan tanpa spion. Itulah inti janjinya. Harganya diklaim di bawah 30.000 dolar AS, atau sekitar Rp 480 juta dengan estimasi kurs Rp 16.000.
Produksi unit tanpa setir sudah mulai keluar dari lini Giga Texas tahun ini. Masalahnya, Tesla belum bisa menjual atau mengoperasikannya secara luas di luar area geo-fencing kecil.
Mobil yang benar-benar diuji di jalan umum ceritanya lain. Prototipe rekayasa butuh manusia di belakang kemudi, jadi Tesla menambahkan satu. Beberapa prototipe Cybercab sebelumnya memang pernah terlihat berkeliaran di Austin dengan setir, tapi belum pernah sedetail ini.
Posisi resmi Tesla: Cybercab produksi tidak akan punya kontrol sama sekali. Untuk memindahkan unit tanpa setir atau pedal, Tesla menyembunyikan joystick virtual di layar sentuh yang bisa digeser pakai jari di dalam depo.
Mobil uji yang mengumpulkan data di jalan umum tugasnya beda. Butuh pengemudi sungguhan dengan kontrol sungguhan. Regulasi pengujian prototipe otonom di jalan umum umumnya mewajibkan ada manusia yang siap mengambil alih.
Cybercab sendiri memakai platform generasi berikutnya yang dulu sempat dibicarakan Tesla untuk mobil 25.000 dolar AS, sebelum proyek itu berubah jadi robotaxi.
Tesla sedang memproduksi massal mobil yang alasan keberadaannya adalah menyetir sendiri. Sementara versi yang benar-benar jalan di jalan raya masih pakai setir Cybertruck yang dibaut ke rangka sementara.
Unit produksi yang keluar dari Texas belum bisa dijual atau dikerahkan dalam skala besar. Unit ujinya masih butuh orang yang memegang setir yang seharusnya tidak ada.
Untuk prototipe rekayasa, ini hal biasa. Semua pabrikan menjalankan mule dengan perangkat sementara. Bedanya, Tesla sudah menjual Cybercab sebagai gagasan matang dua tahun lalu, dan sekarang memproduksi massalnya sebelum perangkat lunak yang jadi alasannya benar-benar siap.