Bos CATL Peringatkan Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 11 September 2026 | 15:04:31 WIB
Bos CATL, Zeng Yuqun, memperingatkan risiko kegagalan baterai akibat percepatan pengembangan model dan tekanan harga.

Lebih dari 600 Model Baru Meluncur dalam Setahun

SULAWESI SELATAN — Sepanjang 2026, lebih dari 600 model kendaraan energi baru diperkenalkan di China. Angka itu mencerminkan ritme peluncuran yang nyaris tanpa jeda, dengan hampir setiap hari ada model baru hadir untuk merebut perhatian konsumen.

Zeng menilai kecepatan tersebut menimbulkan konsekuensi teknis. Produsen dituntut mempercepat siklus pengembangan sekaligus menekan harga jual kendaraan agar tetap kompetitif.

"Kombinasi peluncuran cepat dan tekanan harga tersebut membuat waktu validasi serta pengujian menjadi terbatas, yang berpotensi meningkatkan risiko kegagalan baterai secara berkelompok," ungkap Zeng, dikutip Jumat (11/9/2026).

Target Cacat Satu Sel per Satu Miliar Produksi

CATL merespons risiko tersebut dengan standar pengendalian kualitas yang jauh di atas rata-rata industri. Perusahaan menargetkan tingkat cacat hanya satu sel dari setiap satu miliar sel yang diproduksi, atau setara 1 part per billion (PPB).

Angka itu seribu kali lebih ketat dibandingkan standar industri yang umumnya berada di level 1 part per million (PPM). Bagi CATL, toleransi terhadap sel yang tidak sesuai standar nyaris tidak ada.

Zeng menjelaskan pendekatan tersebut lewat konsep barrel effect. Dalam satu paket baterai kendaraan listrik, kinerja keseluruhan sistem ditentukan oleh sel dengan kapasitas paling rendah atau impedansi paling tinggi. Satu sel yang menyimpang berpotensi menurunkan performa seluruh paket.

Harga Sel LFP di Bawah 0,35 Yuan per Wh

Tekanan biaya menjadi latar dari peringatan tersebut. Harga sel baterai lithium iron phosphate (LFP) saat ini dilaporkan berada di bawah 0,35 yuan per Wh. Level itu menggambarkan betapa ketatnya persaingan harga di rantai pasok kendaraan listrik China.

Kondisi ini memaksa produsen baterai dan pabrikan mobil bergerak di ruang margin yang sempit. Percepatan pengembangan model dan pemangkasan biaya berjalan bersamaan, sementara tuntutan keandalan dan keamanan tidak bisa dikompromikan.

Implikasi ke Pasar Baterai Kendaraan Listrik Indonesia

China merupakan pemasok utama sel dan paket baterai bagi industri kendaraan listrik global, termasuk Indonesia. Standar kualitas yang diterapkan CATL dan tekanan harga di pasar Tiongkok akan memengaruhi biaya produksi mobil listrik yang dijual di pasar lokal.

Peringatan Zeng menegaskan satu hal: perlombaan mobil listrik tidak hanya soal siapa yang paling cepat meluncurkan model terbaru. Faktor keandalan, keamanan, dan konsistensi kualitas baterai tetap menjadi penentu utama dalam produksi massal.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top