LUWU TIMUR — Hamparan sawah di Dusun Landegora, Desa Lanosi, Kecamatan Burau, masih memperlihatkan tanaman padi yang hijau dan siap panen. Kondisi ini kontras dengan wilayah lain yang biasanya mulai merasakan dampak kekeringan saat musim kemarau berkepanjangan melanda.
Pasokan air yang stabil dari jaringan irigasi menjadi faktor utama di balik produktivitas lahan tersebut. Para petani setempat tidak kesulitan mendapatkan air untuk mengairi sawah mereka, sehingga siklus tanam dan panen tetap berjalan normal.
Sarkawi A Hamid meninjau langsung lokasi persawahan tersebut dan mengabadikan kondisinya melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahannya, ia memperlihatkan hamparan padi yang tetap subur dan berharap segera memasuki masa panen.
“Di tengah kondisi kemarau panjang, alhamdulillah kita di Luwu Timur tidak kekurangan air. Persawahan kita ini juga tidak kekurangan air dan tidak lama lagi segera memasuki masa panen,” ujar Sarkawi saat meninjau lokasi.
Politisi itu menegaskan bahwa keberadaan jaringan irigasi memiliki peran strategis yang jauh melampaui sekadar pembangunan fisik. Infrastruktur ini merupakan tulang punggung keberlanjutan produksi pertanian dan ketahanan pangan di tingkat daerah.
Menurutnya, investasi pada jaringan irigasi memberikan dampak langsung yang terukur bagi petani. Ketika pasokan air terjaga, tanaman dapat tumbuh optimal dan produktivitas pertanian tidak terganggu oleh perubahan musim.
“Jangan sampai ketika kemarau baru kita bergerak. Infrastruktur air harus disiapkan dan diperkuat sejak awal, karena ini menyangkut keberlangsungan pertanian dan kesejahteraan petani,” tegasnya.
Sarkawi memastikan DPRD Luwu Timur akan terus memberikan dukungan politik terhadap kebijakan pemerintah daerah yang berkaitan dengan pembangunan dan peningkatan jaringan irigasi. Pengawasan ketat akan dilakukan agar program penguatan infrastruktur air berjalan sesuai rencana.
“Kita akan mengawal terus bagaimana agar jaringan irigasi terus diperkuat. Sehingga walaupun musim kemarau, kita tidak kekurangan air,” ucapnya.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah dan DPRD menjadi kunci agar petani tidak selalu berada dalam posisi rentan setiap kali musim kemarau datang. Langkah antisipasi harus dilakukan jauh sebelum kekeringan benar-benar mengancam lahan pertanian.
Keberhasilan di Landegora diharapkan tidak berhenti di satu kawasan saja. Sarkawi mendorong penguatan jaringan irigasi dilakukan secara berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi sentra produksi pangan di Luwu Timur.
Kondisi sawah yang tetap hijau di tengah kemarau ini menjadi contoh konkret bahwa perencanaan infrastruktur yang matang mampu meminimalkan risiko gagal panen. Ke depan, daerah lain dengan karakteristik serupa diharapkan mendapat perhatian yang setara dalam hal pengelolaan air.