BPBD Makassar Kerahkan Armada Air Bersih ke 23 Titik di 5 Kecamatan, Warga Tallo Jadi Prioritas

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:31:01 WIB
Petugas gabungan BPBD Makassar mendistribusikan air bersih kepada warga di 23 titik yang tersebar di lima kecamatan, Sabtu (22/8/2026).

MAKASSAR — Operasi tanggap darurat kekeringan di Makassar resmi digerakkan. BPBD Kota Makassar bersama petugas gabungan mendistribusikan air bersih ke 23 titik yang tersebar di lima kecamatan pada Sabtu (22/8/2026), menyusul instruksi langsung Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin agar negara hadir memenuhi kebutuhan dasar warga.

Kepala Pelaksana BPBD Makassar, Muhammad Fadli Tahar, menegaskan bahwa pendistribusian ini bukan sekadar seremonial, melainkan respons cepat atas keluhan warga yang kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Enam Kecamatan Terparah, Tallo Jadi Sasaran Utama

Berdasarkan hasil asesmen lapangan, BPBD memetakan enam kecamatan yang mengalami dampak kekeringan paling sistemik. Mereka adalah Tallo, Ujung Tanah, Panakkukang, Tamalanrea, Biringkanaya, dan Manggala.

Pada tahap distribusi perdana ini, lima kecamatan langsung disasar menggunakan armada mobil tangki. Perhatian khusus diarahkan ke Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, yang dinilai paling kritis. "Untuk kebutuhan mendasar kehidupan manusia itu adalah air bersih. Jadi hari ini kita buka kembali penyaluran air bersih untuk masyarakat," ujar Fadli dalam keterangannya, Sabtu.

Sinergi Lintas Instansi dan Kanal Pengaduan 24 Jam

Operasi ini tidak berjalan sendiri. Pemkot Makassar mengaktifkan Komando Bencana Kekeringan yang melibatkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat), Palang Merah Indonesia (PMI), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta pihak kecamatan.

Fadli memastikan penanganan akan menjangkau seluruh wilayah yang membutuhkan, kecuali Kecamatan Sangkarrang yang tidak terdampak. "Penyaluran air bersih, ini kami akan distribusi untuk semua kecamatan di seluruh Kota Makassar, kecuali Kecamatan Sangkarrang. Tetapi berdasarkan analisis asesmen BPBD, ada enam kecamatan yang terdampak langsung secara sistemik," jelasnya.

Warga yang membutuhkan bantuan dapat melapor melalui aplikasi Lontara Plus, call center darurat 112, atau hotline BPBD di nomor 08155112112 yang disiagakan selama 24 jam.

Solusi Jangka Menengah: Sumur Dalam dan Kaltana

Di luar pengiriman tangki air yang bersifat jangka pendek, Pemkot Makassar menyiapkan strategi berkelanjutan. Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah memulai pengerjaan titik-titik sumur dalam di sejumlah kecamatan agar warga bisa lebih mandiri menghadapi musim kemarau.

"Untuk jangka pendek kita langsung melakukan penyaluran ke masyarakat. Untuk jangka menengah, Dinas PU telah melakukan pengerjaan titik-titik sumur dalam di beberapa kecamatan, sehingga nantinya masyarakat bisa lebih mandiri," sebut Fadli.

Penguatan kapasitas warga juga dilakukan lewat program Kelurahan Tangguh Bencana (Kaltana). "Di tengah kesusahan masyarakat, di tengah krisis air bersih, Pemerintah Kota Makassar hadir membuktikan bahwa masyarakat dalam kesusahan tidak sendiri," pungkasnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: majesty.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top