Masalah Hyundai Ioniq 5 ala Aa Juju: Fast Charging Gagal Hingga Head Unit Mati, Ini Kata Hyundai Soal Aftersales

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:33:01 WIB
Hyundai Indonesia menyampaikan permintaan maaf atas keluhan pelanggan terkait layanan purna jual Ioniq 5.

SULAWESI SELATAN — Uang puluhan juta rupiah sudah keluar, tapi yang didapat malah segudang drama. Itulah kurang lebih inti keluhan yang disampaikan influencer Aa Juju lewat akun Instagram dan TikTok-nya, soal Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya secara tunai. Video keluhannya bahkan sudah ditonton lebih dari 3 juta kali, dan memicu diskusi panas soal kualitas layanan purna jual mobil listrik di Indonesia.

Kronologi Masalah: Dari Fast Charging Gagal Hingga Mobil Mogok Total

Cerita ini bukan soal satu masalah saja, melainkan rentetan kejadian yang bikin pembeli menyesal. Masalah pertama yang muncul adalah mobil tidak bisa menggunakan fasilitas fast charging. Alhasil, Aa Juju hanya bisa mengandalkan pengisian daya lambat di rumah, yang jelas memakan waktu jauh lebih lama.

Belum selesai dengan urusan pengisian daya, masalah yang lebih parah muncul: mobil tiba-tiba tidak bisa dinyalakan sama sekali. Teknisi pun dipanggil ke rumah untuk melakukan pengecekan. Hasilnya? Aki mobil dinyatakan habis dan harus langsung diganti.

Di sinilah puncak kekesalan Aa Juju terjadi. Ia mengaku sempat mendengar teknisi menyarankan agar mobil tidak sering-sering diparkir paralel karena penggunaan baterainya dianggap berlebihan. Padahal, kebutuhan parkir paralel inilah yang menjadi alasan utamanya membeli mobil ini, dan hal itu sudah ia komunikasikan ke sales sejak awal.

Head Unit Mati dan Teknisi yang Kalah oleh ChatGPT

Kejadian tak berhenti sampai di situ. Keesokan harinya, head unit mobil kembali bermasalah dan mati total. Teknisi kembali dipanggil, tapi Aa Juju menilai kompetensi teknisi yang datang sangat kurang. Ia bahkan mengaku masalah head unit tersebut akhirnya bisa diatasi setelah ia mencari solusi sendiri di internet, menggunakan ChatGPT sebagai panduan.

"Udah ngotak-ngatik kalah sama gue nyari di internet. Sebenarnya masih panjang nanti deh lanjut part 2," ujarnya dalam video yang dikutip detikOto, Kamis (20/8/2026).

Di video lanjutan, Aa Juju juga mengaku terlibat cekcok dengan pihak dealer karena sales dinilai tidak memahami detail produk yang mereka jual. Ia juga menyoroti minimnya respons dari nomor WhatsApp bernama Hyundai Fatmawati saat ia mengeluhkan head unit yang mati.

Tanggapan Resmi Hyundai: Minta Maaf dan Janji Investigasi

Menanggapi viralnya keluhan ini, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) akhirnya angkat bicara. Head of Brand Interactive Hyundai Motors Indonesia, Rouli Sijabat, menyampaikan permintaan maaf secara terbuka atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggannya.

"Atas nama Hyundai Indonesia, kami menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan dan situasi yang dialami oleh pelanggan kami, baik terkait pengalaman penggunaan produk maupun layanan dari tim sales & aftersales kami," jelas Rouli kepada detikOto, Kamis (20/8/2026).

"Kami telah menerima masukan tersebut dan saat ini tengah melakukan penanganan serta penelusuran secara menyeluruh untuk memastikan langkah penyelesaian terbaik bagi pelanggan," tukas Rouli.

Catatan untuk Konsumen Ioniq 5: Jangan Anggap Remeh Kompetensi Teknisi

Kasus Aa Juju ini jadi pengingat penting, terutama buat kamu yang sedang mempertimbangkan membeli mobil listrik. Kejadian ini bukan soal mobilnya semata, tapi lebih kepada ekosistem layanan purna jual yang belum siap. Beberapa poin yang perlu jadi perhatian:

  • Kompetensi teknisi adalah segalanya. Mobil listrik punya sistem kelistrikan yang kompleks. Teknisi yang tidak paham bisa salah
Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top