Dirintelkam Polda Sulsel Ingatkan 10 Ribu Mahasiswa Baru Unhas Soal Bahaya Radikalisme dan Hoaks di Media Sosial

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 11 Agustus 2026 | 23:09:01 WIB
Dirintelkam Polda Sulsel memberikan pemaparan tentang bahaya radikalisme dan hoaks kepada 10 ribu mahasiswa baru Unhas di GOR JK Arenatorium, Selasa (11/8).

MAKASSAR — Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dulfi Muis, memaparkan materi tentang dampak globalisasi di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan berlangsung di GOR JK Arenatorium Unhas, Selasa (11/8).

Dulfi Muis menyebut globalisasi membuat informasi, ide, barang, dan jasa bergerak cepat tanpa mengenal batas wilayah. Kondisi ini, kata dia, membawa tantangan serius bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.

Ancaman di Balik Kemudahan Akses Informasi

Menurut Dulfi, kemudahan akses informasi tidak selalu berdampak positif. Penyebaran informasi tidak benar atau hoaks, konflik sosial, hingga radikalisme menjadi risiko yang mengintai para pengguna media sosial.

“Kejahatan berbasis teknologi juga semakin canggih dan menyasar siapa saja, termasuk mahasiswa,” ujarnya di hadapan peserta PKKMB.

Mahasiswa sebagai Garda Terdepan Literasi Digital

Dulfi menekankan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengajak para mahasiswa baru untuk menjadikan media sosial sebagai sarana belajar dan berkarya, bukan tempat menyebar kebencian.

Pesan ini menjadi pengingat bagi ribuan mahasiswa yang baru memulai kehidupan kampus. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas dan kritis di ruang digital.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: identitasunhas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top