MAKASSAR — Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Dulfi Muis, memaparkan materi tentang dampak globalisasi di hadapan ribuan mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas). Kegiatan berlangsung di GOR JK Arenatorium Unhas, Selasa (11/8).
Dulfi Muis menyebut globalisasi membuat informasi, ide, barang, dan jasa bergerak cepat tanpa mengenal batas wilayah. Kondisi ini, kata dia, membawa tantangan serius bagi generasi muda, khususnya mahasiswa.
Menurut Dulfi, kemudahan akses informasi tidak selalu berdampak positif. Penyebaran informasi tidak benar atau hoaks, konflik sosial, hingga radikalisme menjadi risiko yang mengintai para pengguna media sosial.
“Kejahatan berbasis teknologi juga semakin canggih dan menyasar siapa saja, termasuk mahasiswa,” ujarnya di hadapan peserta PKKMB.
Dulfi menekankan mahasiswa memiliki peran strategis dalam menyaring informasi sebelum menyebarkannya. Ia mengajak para mahasiswa baru untuk menjadikan media sosial sebagai sarana belajar dan berkarya, bukan tempat menyebar kebencian.
Pesan ini menjadi pengingat bagi ribuan mahasiswa yang baru memulai kehidupan kampus. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang cerdas dan kritis di ruang digital.