MAKASSAR — Ribuan warga dari berbagai latar belakang keyakinan bergerak bersama di pusat Kota Makassar, Sabtu pagi. Mereka bukan sekadar berolahraga, tetapi merayakan kebersamaan dalam bingkai kemanusiaan lintas agama.
Start dilakukan di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan, Jalan Jenderal Sudirman. Rute yang dilalui membentang melewati Jalan Karunrung, Sultan Hasanuddin, MH Thamrin, Kajaolalido, hingga kembali finis di titik awal.
Ketua Forum Kemanusiaan Lintas Agama (FKLA) Sulsel, Prof Dr KH Mustari Bosra, menegaskan bahwa toleransi tidak boleh berhenti pada sikap saling menghormati. Menurutnya, nilai itu harus diwujudkan dalam kerja bersama yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
"FKLA ingin membangun toleransi yang aktif. Kita tidak hanya berbicara tentang hidup berdampingan, tetapi bagaimana umat beragama bertemu, bekerja bersama, dan memberi manfaat bagi kemanusiaan," ujar Mustari dalam keterangannya.
Ia mengapresiasi langkah Gubernur Andi Sudirman Sulaiman yang menggandeng FKLA dalam penyelenggaraan acara ini. Sinergi antara pemerintah daerah dan majelis-majelis agama dinilai krusial untuk memperkuat kepercayaan sosial di tengah kemajemukan.
"Kemanusiaan menjadi titik temu kita. Perbedaan agama tidak menghalangi kita untuk berbuat baik dan berkolaborasi," tambahnya.
Kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar olahraga pagi. Panitia menyulap area sekitar menjadi pusat pelayanan publik. Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel bersama Dinkes Kota Makassar membuka layanan cek kesehatan gratis. Donor darah, pemeriksaan mata oleh Rumah Sakit Mata Orbita, serta fisioterapi dari Tim Bantuan Fisioterapi Sternum Universitas Hasanuddin juga tersedia bagi peserta.
Puluhan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) turut mengisi bazar yang digelar di lokasi. Ini menjadi kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperluas jangkauan pasar di tengah keramaian acara.
Ketua Panitia, Hadisaputra, menyampaikan rasa terima kasihnya atas antusiasme ribuan warga yang hadir. Ia juga meminta maaf kepada pengguna jalan yang aktivitasnya sempat terganggu akibat pengaturan lalu lintas selama kegiatan berlangsung.
"Kami mohon maaf kepada pengguna jalan dan masyarakat yang terdampak pengaturan lalu lintas. Terima kasih atas pengertian dan dukungannya," ujar Hadi, sapaan akrabnya.
Jalan sehat ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia. Selain itu, acara ini sekaligus menjadi ajang promosi gerakan hidup sehat "Anti Mager" yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.
Kehadiran ribuan peserta membuktikan bahwa olahraga bisa menjadi medium efektif untuk merajut kebersamaan, memberikan pelayanan sosial, dan menggerakkan ekonomi warga secara simultan.