Wali Kota Makassar Minta PDAM Jaga Likuiditas dan Antisipasi Kemarau Panjang di HUT ke-102

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:00:31 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menyampaikan arahan kepada jajaran direksi PDAM dalam peringatan HUT ke-102 di Makassar.

MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan tiga prioritas utama bagi jajaran direksi Perumda Air Minum Kota Makassar: kualitas pelayanan, kesehatan finansial, dan kesiapan menghadapi musim kemarau. Arahan ini disampaikan di hadapan Ptl. Direktur Utama Andi Syahrum Makkuradde beserta seluruh karyawan dalam acara tausiah peringatan HUT ke-102 PDAM, Kamis (6/8/2026).

Menurut Munafri, perusahaan pelat merah itu memiliki fungsi sentral karena bertanggung jawab memenuhi kebutuhan dasar warga. Ia menekankan bahwa kapasitas penyediaan air harus berjalan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.

“Kalau itu terjadi, maka akan muncul kekecewaan masyarakat. Padahal ini adalah kebutuhan dasar yang wajib disediakan pemerintah dan menjadi hak masyarakat,” ujar pria yang akrab disapa Appi tersebut.

Antisipasi Debit Air Menurun Saat Kemarau Panjang

Munafri meminta PDAM menyiapkan perencanaan matang untuk menjaga kontinuitas layanan. Hal ini menyusul prediksi musim kemarau panjang yang akan memengaruhi debit air dan jalur-jalur sumber air baku yang selama ini dimanfaatkan perusahaan.

“Tahun ini musim kemaraunya akan sangat panjang. Ini akan memengaruhi debit air dan jalur-jalur sumber air yang selama ini dimanfaatkan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pekerjaan di PDAM bukan sekadar memenuhi target operasional harian. Lebih dari itu, perusahaan harus memastikan keberlanjutan penyediaan air bersih bagi masa depan Kota Makassar.

Komitmen Pengawasan Hasil Kerja, Bukan Intervensi Teknis

Mantan Ketua IKA FH Unhas itu menegaskan tidak akan mencampuri urusan teknis operasional perusahaan. Namun, ia akan menjalankan fungsi pengawasan jika hasil kerja direksi tidak sesuai dengan target pelayanan yang diharapkan.

“Saya tidak pernah ikut campur secara detail, tetapi saya selalu memperhatikan hasilnya. Kalau hasil yang disampaikan kepada saya tidak sesuai harapan, maka saya akan masuk dalam fungsi pengawasan,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Appi juga mengapresiasi capaian tingkat ketepatan sambungan baru yang diklaim telah mencapai 85 persen. Klaim tersebut berdasarkan pengecekan langsung ke sejumlah rumah warga yang disebut telah terlayani.

Integritas Pegawai dan Efisiensi Operasional Jadi Sorotan

Di luar aspek pelayanan, Wali Kota mengingatkan pentingnya integritas seluruh pegawai dalam menghadapi tantangan internal dan godaan pengelolaan perusahaan. Ia berharap pekerjaan di PDAM dijadikan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap tempat ini, menjadi pengabdian karena kita menghadirkan kebutuhan dasar masyarakat Kota Makassar,” harap politisi Golkar itu.

Appi juga meminta PDAM memperkuat kolaborasi dengan seluruh perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kota Makassar. Perusahaan diminta tidak bekerja sendiri dalam menyelesaikan persoalan distribusi air bersih.

Terakhir, ia menyoroti pentingnya penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Menurutnya, PDAM harus menjaga likuiditas dan mengendalikan biaya operasional agar roda perusahaan tetap sehat melayani masyarakat.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: sulselpasti.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top