SULAWESI SELATAN — Antusiasme penonton Surabaya terasa sejak awal acara. Para penggemar memadati lokasi untuk bertemu langsung dengan Shanna Shannon yang berperan sebagai Elma, Theo Supple sebagai UU, dan Jenny Zhang. Produser Titin Suryani serta Produser Eksekutif Bedy Kunady turut hadir dalam roadshow pembuka ini.
Film ini mengangkat kisah cinta antara Basil (Samo Rafael) dan Elma (Shanna Shannon) yang dipertemukan di tengah perbedaan latar belakang. Rudi Soedjarwo menerjemahkan nuansa romansa khas Pidi Baiq ke layar lebar dengan sentuhan emosi yang dekat dengan pengalaman penonton.
Shanna Shannon mengungkapkan rasa harunya bisa menjadi bagian dari pemutaran perdana ini. “Senang banget bisa melihat keseruan teman-teman di sini yang menjadi salah satu penonton pertama film Dan Bandung. Semoga kalian semua dapat meresapi kisah cinta Basil dan Elma yang membawa banyak pesan untuk kita semua,” ujarnya di Surabaya.
Pemutaran perdana di Surabaya meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton. Salah seorang penonton mengaku larut dalam alur cerita sepanjang film berlangsung.
“Jujur ini film paling gemas, paling romantis tahun ini. Nggak nyangka bisa baper sendiri di bioskop karena film Pidi Baiq lagi,” katanya usai menyaksikan film.
Produser Titin Suryani menyampaikan apresiasinya kepada penonton pertama yang hadir. “Terima kasih semuanya sudah menyaksikan karya yang sudah kami buat dengan sepenuh hati. Film ini dipersembahkan untuk kalian yang pernah merasakan cinta ketika muda, dengan segala kemanisan dan lika-likunya,” jelas Titin.
Setelah Surabaya, tim produksi melanjutkan tur promosi ke empat kota besar. Rangkaian acara ini menjadi ajang bertemu penggemar sebelum penayangan resmi.
Dan Bandung menjadi produksi terbaru Verona Films setelah sebelumnya sukses menggarap sejumlah judul drama romansa. Dengan jadwal tayang serentak 20 Agustus 2026, film ini diharapkan menyapa lebih banyak penonton di seluruh Indonesia.
Kisah Basil dan Elma membawa pesan tentang perjuangan, perbedaan, dan ketulusan yang relevan dengan dinamika hubungan masa kini. Kombinasi penulis novel Pidi Baiq dan sutradara Rudi Soedjarwo menjadi daya tarik tersendiri bagi penggemar karya adaptasi.