MAKASSAR — Ratusan anak yang sehari-hari hidup di lingkungan Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPA) Antang, Makassar, kini bisa bernapas lega. Sebanyak 146 anak pemulung dan kurang mampu dampingan Yayasan Pabbata Ummi Lino (Yapta-UL) resmi menerima beasiswa Program Indonesia Pintar (PIP), Selasa.
Ketua Harian Yapta-UL, Makmur, mengungkapkan rasa syukur atas bantuan tersebut. Ia berharap program ini terus berlanjut karena masih ada puluhan anak lain yang belum tersentuh.
"Alhamdulillah, dengan beasiswa ini anak-anak kita dapat melanjutkan pendidikannya. Kami harapkan beasiswa ini masih dapat diperjuangkan, karena masih ada sekitar 62 orang anak dampingan kami yang belum menerima," kata Makmur.
Tak hanya beasiswa PIP, Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Achi Soleman secara pribadi memberikan beasiswa tambahan kepada 13 orang anak dampingan Yapta-UL. Rinciannya, sepuluh orang anak dari keluarga miskin, dua orang anak yatim, dan satu orang anak disabilitas.
"Kami juga berterima kasih kepada Ibu Kadis Pendidikan memberikan beasiswa kepada anak dampingan kami. Semua ini diberikan secara pribadi oleh beliau," papar Makmur.
Makmur menjelaskan, pemberian beasiswa ini tidak lepas dari perjuangan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) serta upaya Anggota DPR RI Dapil I Sulsel Syamsu Rizal yang ikut memperjuangkan nasib anak-anak tersebut di tingkat pusat.
Mantan Ketua TRC UPTD PPA Makassar sekaligus aktivis perlindungan anak dan perempuan ini berharap perjuangan untuk pemenuhan hak dan perlindungan anak terus diperjuangkan.
Sebelumnya, Syamsu Rizal menyerahkan beasiswa PIP secara simbolis kepada anak penerima di Kantor Yapta-UL, tepat di depan lokasi TPA Antang. Acara itu disaksikan sejumlah perwakilan OMS dan jajaran pemerintah setempat.
Pria yang akrab disapa Daeng Ical ini menekankan pentingnya pendidikan bagi anak-anak, terlepas dari latar belakang status sosial ekonomi mereka. Ia bahkan menyemangati para penerima beasiswa dengan mimpi besar.
"Bisa saja, ada anak-anak dari tempat ini yang jadi presiden atau pemimpin besar di masa depan," tutur mantan Wakil Wali Kota Makassar itu.
Pemberian beasiswa ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Anak Nasional yang diinisiasi Yapta-UL. Acara tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kota Makassar, pihak sekolah, dan pemerintah kecamatan setempat.
Sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil turut berpartisipasi, antara lain Walhi Sulsel, JARAK, LBH Makassar, PKBI Sulsel, LAPAR, Yayasan Rumah Mama, LPA Sulsel, Yayasan Jati, Yasindo, Yasmib, Balla Inklusi, Societas Initiative, Transformasi Anak Muda Celebes, Lembaga Advokasi dan Bantuan Hukum Makassar, LBH Maros, SPRT Paraikatte, serta Info Celebes.