WAJO — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo tidak sekadar menyerahkan motor sampah tiga roda kepada dua kelurahan. Sebelum armada itu diterima, Lurah Pattirosompe dan Lurah Paduppa harus meneken Surat Komitmen Bersama Kebersihan di kantor DLH setempat, sebagai jaminan bahwa bantuan tersebut dibarengi dengan perubahan perilaku pengelolaan sampah.
Dalam dokumen tersebut, pemerintah kelurahan berjanji menjadikan kebersihan kantor, lingkungan, dan seluruh wilayah sebagai prioritas utama. Mereka wajib menyediakan tempat sampah botol plastik serta biopori sampah organik di kantor, menghilangkan timbunan sampah, dan menggerakkan budaya gotong royong.
Komitmen itu juga mendorong pemilahan sampah dari sumbernya sesuai prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Selain itu, kedua lurah mendukung Gerakan PISOTA’ (Pilah Sampah, Olah Sampah, Tanami Pekaranganta) dan mengoptimalkan peran RT/RW, tokoh masyarakat, sekolah, pelaku usaha, serta komunitas dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Kedua lurah berkomitmen menjaga kebersihan jalan, drainase, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum. Mereka juga harus melaksanakan kerja bakti secara rutin, menjadi teladan dalam menjaga kebersihan, serta bersinergi dengan DLH Kabupaten Wajo.
Poin lainnya mencakup penyusunan program kebersihan berkelanjutan, mengikuti lomba kebersihan wilayah, tidak membuang sampah sembarangan, dan siap dievaluasi secara berkala oleh dinas terkait.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., menegaskan bahwa penyerahan armada motor sampah bukan sekadar pemberian fasilitas. “Dengan ditandatanganinya komitmen ini, kami berharap Lurah Pattirosompe dan Lurah Paduppa dapat bergerak sesuai dengan isi komitmen yang telah disepakati, menggerakkan masyarakat, serta memastikan armada motor sampah dimanfaatkan secara optimal demi mewujudkan lingkungan yang bersih dan asri,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah kelurahan, dan masyarakat. Armada motor sampah diharapkan menjadi sarana pendukung yang mampu meningkatkan pelayanan kebersihan sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah.
Melalui penandatanganan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Wajo berharap budaya peduli lingkungan semakin tumbuh di tingkat kelurahan. Target akhirnya adalah tercipta lingkungan yang bersih, sehat, indah, dan berkelanjutan di wilayah Pattirosompe dan Paduppa. (*)