7 Kuliner Khas Sulawesi Selatan yang Wajib Dicoba, dari Coto Makassar hingga Pisang Epe

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 18:49:01 WIB
Coto Makassar, hidangan berkuah kental berbasis jeroan sapi dan kacang tanah, disajikan dengan ketupat dan buras di warung legendaris Jalan Haji Bau, Makassar.

Makassar bukan cuma pintu gerbang Indonesia timur. Kota ini juga episentrum kuliner yang warung makannya buka sejak subuh hingga larut malam. Coto Makassar, misalnya, sudah jadi ikon nasional—tapi cita rasa aslinya tetap paling otentik di kampung halamannya.

Artikel ini merangkum tujuh kuliner khas Sulawesi Selatan yang punya penggemar fanatik. Mulai dari yang pedas gurih hingga manis legit, semuanya layak masuk daftar cicipan wajib.

1. Coto Makassar

Hidangan berkuah kental ini beda dari soto biasa. Kuahnya dibuat dari jeroan sapi dan kacang tanah yang dihaluskan, menciptakan tekstur pekat dan rasa gurih yang dalam. Proses memasaknya bisa memakan waktu 4–6 jam.

Warung coto legendaris banyak tersebar di sepanjang Jalan Haji Bau, Makassar. Biasanya disajikan dengan ketupat dan buras—sejenis lontong khas Bugis. Jangan lupa tambahkan sambal tauco kalau suka rasa lebih kompleks.

2. Sop Konro

Iga sapi bakar yang direbus dengan campuran rempah—keluak, jahe, lengkuas—menghasilkan kuah hitam pekat. Sop konro punya dua varian: berkuah dan kering (konro bakar). Keduanya sama-sama populer.

Di Makassar, rumah makan sop konro biasanya ramai menjelang siang. Porsi iga bakar yang empuk dengan tulang besar jadi favorit wisatawan. Cari di sekitar Jalan Sungai Saddang atau pusat kota.

3. Pallubasa

Mirip coto, tapi lebih kental dan berminyak karena santan. Isiannya serupa: jeroan sapi dan daging. Pallubasa sering disebut "coto versi kaya" karena kuahnya lebih pekat dan biasanya ditambah telur mentah di atasnya.

Penyajiannya unik: kuah disiram langsung ke piring berisi nasi atau ketupat, lalu ditaburi bawang goreng dan daun seledri. Tempat makan pallubasa terkenal ada di Jalan Karunrung, Makassar.

4. Kapurung

Makanan pokok masyarakat Luwu dan Palopo ini mirip papeda tapi lebih kenyal. Kapurung dibuat dari sagu yang diaduk dengan air panas hingga mengental, lalu dicampur sayur dan ikan.

Kuahnya bening dengan rasa asam segar dari belimbing wuluh dan cabai rawit. Ikan yang dipakai biasanya ikan sungai seperti gabus atau nila. Kapurung paling enak dinikmati hangat saat cuaca dingin di pegunungan.

5. Mie Titi

Mi kering khas Makassar yang digoreng hingga renyah, lalu disiram kuah kental dan topping seafood. Teksturnya unik: mi renyah seperti kerupuk tapi tetap menyerap kuah.

Topping favorit adalah cumi, udang, dan telur. Mie titi biasa disajikan di restoran seafood di kawasan Pantai Losari. Cocok buat yang ingin variasi mi selain mi goreng biasa.

6. Pisang Epe

Pisang kepok yang dipipihkan lalu dibakar di atas bara api. Setelah matang, pisang diolesi saus gula merah yang kental dan legit. Rasanya manis dengan aroma asap yang khas.

Penjual pisang epe mudah ditemukan di sepanjang Pantai Losari, terutama sore hingga malam hari. Beberapa varian menambahkan parutan keju atau cokelat di atasnya. Harga bervariasi, cek langsung ke penjualnya.

7. Barongko

Kue tradisional Bugis-Makassar dari pisang kepok yang dihaluskan, dicampur santan dan gula, lalu dibungkus daun pisang. Teksturnya lembut dan legit, mirip puding pisang.

Barongko biasanya disajikan sebagai camilan atau hidangan penutup. Bisa ditemukan di pasar tradisional seperti Pasar Pa'baeng-baeng, Makassar. Rasanya manis alami tanpa pengawet.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa perbedaan Coto Makassar dan Pallubasa?
Coto Makassar tidak menggunakan santan, kuahnya lebih encer dan berbasis kacang tanah. Pallubasa menggunakan santan, kuah lebih kental dan berminyak, serta biasanya ditambah telur mentah.

Di mana tempat makan Sop Konro terenak di Makassar?
Rumah makan sop konro legendaris banyak di Jalan Sungai Saddang dan Jalan Haji Bau. Cari yang ramai dikunjungi warga lokal, biasanya itu pertanda kualitas.

Apakah Kapurung halal?
Ya, kapurung halal. Bahan dasarnya sagu, sayur, dan ikan. Pastikan ikan yang dipakai adalah ikan air tawar halal seperti gabus atau nila.

Pisang Epe pakai pisang apa?
Pisang kepok. Pisang ini punya tekstur padat dan tidak mudah hancur saat dibakar, cocok untuk dipipihkan.

Berapa harga rata-rata kuliner ini?
Harga bervariasi tergantung lokasi dan porsi. Sebaiknya cek langsung ke tempatnya atau tanya warga sekitar untuk informasi terbaru.

Kuliner Sulawesi Selatan bukan cuma soal rasa, tapi juga cerita dan tradisi. Dari coto yang dimasak berjam-jam hingga pisang epe yang dibakar di pinggir pantai, setiap hidangan punya pengalaman tersendiri. Kalau kamu ke Makassar atau Toraja, jangan lewatkan tujuh sajian ini—jaminan lidahmu akan berterima kasih.

Reporter: Chandra Kusuma
Back to top