Garuda Indonesia Resmi Jadi Induk Holding Maskapai BUMN, Pelita Air Mulai Digabung ke Grup

Penulis: Endra Sanjaya  •  Senin, 27 Juli 2026 | 15:13:01 WIB
Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan pernyataan resmi terkait konsolidasi maskapai BUMN di bawah PT Garuda Indonesia Tbk.

SULAWESI SELATAN — Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyatakan bahwa konsolidasi ini merupakan bagian dari rencana besar memperkuat industri penerbangan nasional. Dalam keterangan resmi yang dikutip Sabtu (25/7/2026), Dony menegaskan bahwa Pelita Air akan menjadi bagian integral dari Garuda Group.

"Danantara dan BP BUMN sedang mendorong konsolidasi besar maskapai BUMN di bawah PT Garuda Indonesia Tbk. Langkah strategis ini melibatkan maskapai Pelita sebagai bagian integral dari grup Garuda untuk membangun kekuatan penerbangan nasional yang solid," ujar Dony.

Fokus pada Kualitas Layanan dari Darat ke Udara

Pembahasan dengan jajaran direksi Pelita Air sudah dilakukan. Salah satu agenda utamanya adalah peningkatan kualitas layanan secara menyeluruh. Dony menekankan bahwa misi besar holding ini bukan sekadar menggabungkan perusahaan, melainkan membangun standar pelayanan terbaik.

"Misi besar kami adalah memperkuat holding maskapai nasional di bawah Garuda dengan fondasi utama semangat pelayanan terbaik yang menyeluruh, mulai dari pre-flight, in-flight, hingga post-flight," jelasnya.

BP BUMN dan Danantara optimistis, dengan pelayanan yang prima dan detail, Garuda Group bisa menjadi kekuatan utama maskapai di pasar domestik dan regional.

Efisiensi Armada dan Ekspansi Rute Jadi Target

Integrasi operasional dan standar layanan yang lebih terpadu menjadi kunci dari konsolidasi ini. Harapannya, efisiensi armada bisa meningkat drastis. Tidak hanya itu, jaringan rute penerbangan juga akan diperluas, sehingga daya saing industri penerbangan Indonesia di tingkat global ikut terdongkrak.

Dengan penggabungan ini, Garuda Group diyakini memiliki skala yang lebih besar untuk bersaing dengan maskapai asing. Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintah serius merapikan portofolio BUMN di sektor transportasi udara.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: rctiplus.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top