Damkarmat Makassar Luncurkan API BAHARI, Bentuk Relawan Tanggap Kebakaran di Wilayah Kepulauan Sangkarrang

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:34:31 WIB

MAKASSAR — Kondisi geografis Kota Makassar yang memiliki wilayah kepulauan kerap menjadi kendala utama dalam respons kebakaran dan kondisi darurat lainnya. Akses menuju lokasi kejadian di Kepulauan Sangkarrang sangat bergantung pada cuaca dan jarak tempuh, menyebabkan waktu respon petugas pemadam sering terlambat.

Untuk menjawab tantangan itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar meluncurkan inovasi bernama API BAHARI — Aksi Pemberdayaan Inovatif Berbasis Masyarakat Pesisir. Program ini tidak sekadar menambah armada, tetapi membangun sistem peringatan dan penanganan dini yang melibatkan warga secara aktif.

Keterbatasan Akses di Wilayah Kepulauan

Kepala Damkarmat Makassar Fadli Wellang menyebutkan, selama ini masyarakat di pesisir dan pulau-pulau menghadapi risiko besar saat terjadi kebakaran. “Akses menuju lokasi kejadian kerap dipengaruhi oleh kondisi cuaca dan jarak tempuh sehingga berdampak pada waktu respons petugas,” ujarnya saat peluncuran.

Wilayah Kepulauan Sangkarrang menjadi perhatian utama karena letaknya yang terpisah dari daratan utama Makassar. Tanpa sistem tanggap darurat yang kuat, setiap insiden bisa berakibat fatal, baik korban jiwa maupun kerugian material.

Relawan Sebagai Garda Terdepan

Melalui API BAHARI, Damkarmat membentuk Relawan API BAHARI yang direkrut dari warga pesisir. Mereka akan mendapat pelatihan bertahap mencakup pencegahan dan penanggulangan kebakaran, teknik penyelamatan (rescue), Bantuan Hidup Dasar (BHD), mitigasi bencana, serta mekanisme pelaporan kejadian secara cepat dan terkoordinasi.

Fadli menegaskan, kehadiran relawan ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam respons awal. “Masyarakat tidak lagi hanya menjadi penerima layanan, tetapi menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan keadaan darurat,” katanya.

Program ini mengedepankan kolaborasi: pemerintah memberikan penguatan kapasitas, sementara masyarakat menjadi mitra aktif menjaga keselamatan lingkungan masing-masing.

Tiga Tahapan Implementasi: Dari Pelatihan hingga Posko Pesisir

API BAHARI dirancang dalam tiga tahapan berkelanjutan. Pada jangka pendek, Damkarmat fokus membangun fondasi program: membentuk Tim Efektif API BAHARI, memetakan pemangku kepentingan, merekrut relawan di wilayah percontohan, serta menggelar sosialisasi dan pelatihan dasar.

Memasuki jangka menengah, program akan memperkuat kapasitas relawan melalui pelatihan lanjutan dan simulasi berkala. Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga unsur masyarakat juga diperkuat untuk membangun sistem pelaporan kejadian darurat berbasis warga.

“Pada fase ini diharapkan masyarakat memiliki kemampuan melakukan respons awal terhadap kebakaran maupun kondisi darurat lainnya sebelum bantuan utama tiba,” jelas Fadli.

Target jangka panjang adalah pembangunan Posko Pemadam Pesisir yang akan menjadi pusat layanan kedaruratan di wilayah kepulauan. Posko ini direncanakan dilengkapi fire boat dan fire pump guna mempercepat operasi pemadaman dan penyelamatan. Keberadaan posko diharapkan memperluas jangkauan layanan Damkarmat dan meningkatkan perlindungan keselamatan warga.

Fadli berharap API BAHARI tidak hanya berhasil diterapkan di Kepulauan Sangkarrang, tetapi juga bisa menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir di daerah lain. “Semangatnya: Pesisir Tanggap, Komunitas Kuat, Makassar Aman,” pungkasnya.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: suaracelebes.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top