MAROS — Proyek raksasa perbaikan jalan provinsi di Sulawesi Selatan mulai menyentuh wilayah Maros. Pembangunan Jalan Poros Pammenjeng di Kecamatan Moncongloe – yang masuk dalam Paket 6 Program Preservasi Jalan Multi Years Contract (MYC) – resmi dimulai dengan seremoni groundbreaking yang dipimpin langsung Gubernur Andi Sudirman Sulaiman.
Ruas sepanjang 9,3 kilometer ini merupakan bagian dari 20 ruas strategis yang ditangani dalam paket tersebut, dengan total 157,49 kilometer tersebar di sembilan kabupaten/kota. Secara keseluruhan, Pemprov Sulsel mengalokasikan Rp2,5 triliun dari APBD untuk menangani sekitar 1.400 kilometer jalan provinsi pada 100 ruas selama periode 2025–2027.
Jalan Poros Moncongloe selama ini menjadi keluhan utama warga. Saat musim hujan, genangan air menggenangi badan jalan, memicu kemacetan panjang dan mempercepat kerusakan aspal. Supriadi, pengguna jalan, menilai persoalan tidak hanya di badan jalan tetapi juga drainase yang tidak optimal.
“Air seharusnya mengalir ke drainase, bukan ke badan jalan. Jalan ini memang sudah lama menjadi prioritas karena merupakan jalur alternatif dari Antang menuju Perintis,” ujarnya.
Pandi, pedagang sayur yang setiap hari melintas, mengaku kerap terjebak macet hingga satu jam saat hujan. “Kalau hujan banjir. Pekerjaan jadi terhambat, macet juga. Pernah sampai satu jam terjebak di sini karena jalan rusak dan banyak lubang,” ungkapnya.
Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Moncongloe, Muhammad Rizal, menyambut baik dimulainya proyek ini. Rumahnya yang berada di tepi ruas tersebut membuatnya merasakan langsung dampak kerusakan jalan.
“Alhamdulillah, ini kabar menggembirakan. Jalan Poros Moncongloe, khususnya di Dusun Pammenjeng, sering dikeluhkan karena rusak, menyebabkan banjir, dan mengganggu aktivitas warga,” katanya. Rizal berharap pembangunan selesai tepat waktu agar mobilitas lancar dan banjir teratasi.
Bupati Maros Chaidir Syam turut mengapresiasi langkah gubernur. “Warga Moncongloe mengucapkan terima kasih. Ini harapan besar masyarakat selama bertahun-tahun, alhamdulillah hari ini bisa terwujud,” ujarnya dalam seremoni yang dihadiri anggota DPRD Sulsel Irfan AB, Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi Sulsel Andi Ihsan, serta unsur Forkopimda.
Sebelum pembangunan permanen rampung, Pemprov Sulsel telah melakukan penanganan sementara di sejumlah titik agar akses warga tetap bisa digunakan. Proyek ini diharapkan memperkuat konektivitas Makassar-Maros, melancarkan distribusi logistik, dan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan yang terus berkembang.