MAKASSAR — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar langsung mengerahkan tim setelah laporan kebakaran di kawasan padat penduduk itu diterima. Operasi pemadaman oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) melibatkan 12 armada dan 42 personel.
Dua korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai Dg. Fuji (57) dan Ariani (47). Sementara itu, Aldi Muslim (27) mengalami luka bakar dan saat ini masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Makassar.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyampaikan duka cita mendalam atas musibah ini. Ia memastikan seluruh unsur bergerak cepat sejak laporan pertama diterima.
"Sejak laporan diterima, seluruh unsur bergerak cepat melakukan evakuasi, penilaian (assesment), dan koordinasi penanganan darurat," ujar Fadli di Makassar, Jumat.
BPBD bersama Damkarmat, TNI, Polri, Dinas Sosial, PMI, serta pemerintah kecamatan dan kelurahan langsung mendirikan posko penanganan darurat di Kontainer Kelurahan Sambung Jawa. Posko ini menjadi pusat pelayanan bagi warga terdampak.
Fadli merinci kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi meliputi tenda terpal, family kit, first aid kit, selimut, dan sarung. Pemerintah juga akan melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Setelah fase tanggap darurat selesai, BPBD akan melanjutkan pendampingan jangka panjang. Bantuan mencakup logistik, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga layanan dukungan psikososial bagi penyintas.
"Kami pastikan penilaian akan terus diperbarui seiring perkembangan di lapangan. Semua dilakukan agar warga terdampak dapat segera bangkit kembali," kata Fadli.
Kebakaran ini menjadi pengingat kerentanan permukiman padat di Makassar terhadap musibah serupa. BPBD mengimbau warga untuk lebih waspada terhadap potensi korsleting listrik dan kebocoran gas.