Gubernur Sulsel Temui Basarnas di Jakarta, Usul Kapal Cepat Siaga di Selayar Pasca Tragedi KM Nurul Salsa yang Tewaskan 3 Orang

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Kamis, 23 Juli 2026 | 16:28:01 WIB
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman bertemu Kepala Basarnas RI di Jakarta, Rabu (22/7/2026), untuk mengusulkan penambahan kapal cepat siaga di Selayar.

JAKARTA — Operasi pencarian korban KM Nurul Salsa di perairan Selayar belum usai, namun Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan sudah menyiapkan langkah antisipatif jangka panjang. Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menemui Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) RI, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, di Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Dalam pertemuan itu, Andi Sudirman mengajukan penambahan armada kapal penyelamat, termasuk kapal cepat atau fast boat, serta personel yang siaga secara permanen di Kabupaten Kepulauan Selayar. Ia didampingi Bupati Selayar Muh Natsir Ali dan Bupati Pangkep Muh Yusran Lalogau.

Mengapa Kapal Cepat Mendesak Ditempatkan di Selayar?

Menurut Andi Sudirman, wilayah kepulauan di Sulsel memiliki tingkat kerawanan kecelakaan laut yang tinggi. Cuaca ekstrem kerap mengancam nelayan dan kapal penyeberangan antarpulau.

"Kami mengajukan peningkatan kapasitas pangkalan Basarnas di Pulau Selayar dan penambahan armada kapal, termasuk fast boat, serta personel yang siaga di Kabupaten Kepulauan Selayar," kata Andi Sudirman.

Ia menambahkan, dengan armada yang lebih cepat dan personel yang selalu siaga, proses evakuasi bisa dilakukan lebih sigap ketika terjadi kecelakaan laut.

Korban KM Nurul Salsa: 59 Selamat, 3 Tewas, 16 Hilang

Hingga hari ini, dari total 78 orang yang berada di atas KM Nurul Salsa, sebanyak 59 penumpang berhasil ditemukan selamat. Tiga korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara 16 orang lainnya masih dalam pencarian.

Basarnas memperpanjang operasi pencarian selama tiga hari dengan mengerahkan 200 personel gabungan. Operasi melibatkan TNI Angkatan Laut, Polri, pemerintah daerah, serta unsur potensi SAR lainnya yang terus menyisir titik-titik di sekitar lokasi tenggelamnya kapal.

Apa Langkah Selanjutnya?

Andi Sudirman berharap tragedi ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Ia meminta penguatan sarana dan prasarana penyelamatan di wilayah kepulauan Sulawesi Selatan segera direalisasikan.

"Semoga dengan pertemuan ini menjadi perhatian nasional mengingat angka kejadian serupa cukup tinggi di wilayah kepulauan, khususnya Selayar, Pangkep, maupun daerah kepulauan lainnya di Sulawesi Selatan," ujarnya.

Gubernur juga memastikan seluruh unsur yang terlibat dalam pencarian korban tetap bekerja maksimal hingga operasi dinyatakan selesai.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: sulsel.suara.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top