MAKASSAR — Plt Direktur Utama PDAM Makassar, Andi Syahrum, membeberkan tiga strategi utama yang berhasil memulihkan distribusi air bersih di sejumlah kawasan, khususnya wilayah utara kota. Strategi itu mencakup normalisasi saluran air baku yang tak pernah dikeruk sejak 1979, perbaikan pompa intake Manggala yang rusak sejak Oktober 2025, hingga penyambungan pipa baru ke Kecamatan Tallo. Paparan ini disampaikan dalam dialog publik di Kelurahan Cambayya, Kecamatan Ujung Tanah, Selasa (21/7/2026).
Andi Syahrum mengakui, saat pertama menjabat, keluhan utama warga adalah air yang tak lagi mengalir, terutama di kawasan utara. Ia menolak menjadikan penurunan debit air baku sebagai satu-satunya alasan.
"Kalau setiap kali masyarakat mengeluh lalu kita hanya mengatakan debit air menurun, padahal saat musim hujan pun air tetap tidak mengalir, tentu itu bukan solusi," ujarnya dalam dialog yang juga dihadiri Camat Ujung Tanah Andi Unru dan pengamat kebijakan publik Muhammad Kafrawi Saenong.
Ia lantas turun langsung menelusuri jalur saluran air baku dari Lekopancing menuju Panaikang. Temuannya mengejutkan: terjadi pendangkalan hingga sekitar tiga meter di sejumlah titik. Berdasarkan informasi warga, saluran itu tak pernah dikeruk sejak 1979.
PDAM pun memulai normalisasi saluran yang telah berlangsung selama tiga pekan. "Begitu pengerukan dilakukan, aliran air baku mulai kembali masuk," kata Andi Syahrum.
Langkah kedua adalah mempercepat perbaikan Pompa Intake Manggala yang rusak sejak Oktober 2025. Perbaikan juga mencakup instalasi kelistrikan yang mendukung operasional intake tersebut.
Pompa Intake Manggala mengambil sumber air baku dari Sungai Moncongloe melalui jalur Manggala. Perbaikannya berdampak langsung pada peningkatan kapasitas produksi air bersih di dua instalasi pengolahan milik PDAM Makassar. "Alhamdulillah, setelah pompa dan instalasi diperbaiki, distribusi air di beberapa wilayah mulai kembali normal," ujarnya.
Strategi ketiga adalah memperkuat jaringan distribusi dengan menyambungkan pipa dari Maccini Sombala menuju kawasan Tallo. Langkah ini diharapkan memperluas jangkauan suplai air ke wilayah utara yang selama ini menjadi daerah paling menantang.
Andi Syahrum juga memaksimalkan pemanfaatan Sungai Moncongloe. "Kalau debit dari Moncongloe bisa mencapai sekitar 600 liter per detik, saya pastikan distribusi air ke wilayah utara akan jauh lebih baik," tegasnya.
Ia meluruskan informasi yang beredar soal cadangan air PDAM yang disebut hanya bertahan 30 hari. Menurutnya, sumber air baku PDAM berasal dari sungai yang dipantau setiap hari, bukan stok di dalam tangki.
Untuk mengantisipasi potensi kemarau berkepanjangan, PDAM menyiagakan 14 unit mobil tangki. Dukungan juga disiapkan bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan armada pemadam kebakaran jika kondisi darurat terjadi.
"Prioritas utama tentu pelanggan PDAM yang mengalami gangguan distribusi. Namun apabila masyarakat di luar pelanggan membutuhkan bantuan air bersih melalui koordinasi RT/RW, kami juga akan berupaya membantu sesuai kemampuan yang ada," ujar Andi Syahrum.