Angka Kemiskinan Bone dan Sinjai Masih Tinggi, BPS Catat 88 Ribu Warga Hidup di Bawah Garis Kemiskinan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 18:11:01 WIB
BPS mencatat 69.730 penduduk miskin di Kabupaten Bone dan 18.440 jiwa di Kabupaten Sinjai berdasarkan data Susenas Maret 2025.

BONE — Data terbaru Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025 menunjukkan Kabupaten Bone memiliki 69,73 ribu penduduk miskin, atau setara 9,13 persen dari total populasi. Sementara Kabupaten Sinjai mencatat 18,44 ribu jiwa masuk kategori miskin dengan persentase 7,41 persen.

Garis Kemiskinan: Rp 452 Ribu per Bulan di Bone

BPS menetapkan garis kemiskinan sebagai batas pengeluaran minimum per kapita per bulan. Di Bone, angkanya Rp 452.560, sedangkan Sinjai Rp 426.191. Warga dengan rata-rata pengeluaran di bawah nominal itu dikategorikan sebagai penduduk miskin.

Jika dibandingkan dengan rata-rata provinsi Sulawesi Selatan yang sebesar 7,60 persen, tingkat kemiskinan Bone masih di atas rata-rata. Sinjai justru sedikit lebih rendah dari angka provinsi.

Bone Masuk Daftar Kabupaten dengan Kemiskinan Tertinggi di Sulsel

Dengan 69,73 ribu jiwa, Bone menjadi salah satu kabupaten dengan jumlah penduduk miskin terbesar di Sulawesi Selatan. Angka ini lebih tinggi dibanding Wajo (5,86 persen), Sidrap (4,91 persen), dan Parepare (4,44 persen).

Namun, Bone masih di bawah daerah dengan persentase kemiskinan tertinggi seperti Pangkep (11,60 persen), Jeneponto (11,42 persen), dan Enrekang (10,73 persen).

Potensi Besar vs Realitas Ekonomi Warga

Bone dikenal sebagai lumbung padi, sentra peternakan, dan perikanan. Sinjai memiliki kekuatan di sektor pertanian, perkebunan, serta kelautan. Namun, data BPS ini menjadi pengingat bahwa kekayaan sumber daya alam belum otomatis membuat seluruh masyarakat sejahtera.

Fluktuasi harga hasil pertanian, biaya produksi yang tinggi, akses pasar terbatas, dan minimnya modal usaha masih menjadi persoalan struktural yang menghambat pengentasan kemiskinan di dua kabupaten ini.

Pekerjaan Rumah bagi Pemerintah Daerah

Tantangan ke depan bagi Pemkab Bone dan Pemkab Sinjai adalah memastikan pertumbuhan ekonomi mampu membuka peluang kerja baru. Meningkatkan pendapatan petani, memperkuat UMKM, dan memperluas lapangan kerja menjadi prioritas yang tak bisa ditunda.

Di balik angka 88 ribu lebih warga miskin di Bone dan Sinjai, terdapat ribuan keluarga yang menunggu kebijakan dan peluang ekonomi agar bisa keluar dari tekanan kehidupan.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: katasulsel.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top