Drone Rp 6,5 Juta Diklaim Hancurkan Helikopter Serang Mi-28 Rusia Senilai Rp 300 Miliar

Penulis: Aditya Nugraha  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 09:19:01 WIB
Drone FPV SkyFall Shrike 10 milik Ukraina menyerang helikopter serang Mi-28 Rusia di wilayah Belgorod pada 17 Juli 2026.

SULAWESI SELATAN — Ukraina kembali menunjukkan efektivitas perang drone murah melawan peralatan militer mahal. Pada 17 Juli 2026, operator dari Brigade Sistem Nirawak Terpisah ke-427 "Rarog" berhasil menerbangkan drone FPV SkyFall Shrike 10 untuk menyerang sebuah helikopter serang Mi-28 Rusia yang sedang terbang di atas wilayah Belgorod.

Rekaman pendekatan akhir dari kamera drone yang diunggah oleh Mayor Robert "Magyar" Brovdi, komandan Pasukan Sistem Nirawak Ukraina (USF), di Telegram menunjukkan momen drone itu menukik ke bagian ekor helikopter. Brovdi hanya memberi keterangan singkat bahwa "Night Hunter" telah "masuk ke tanah."

Rasio Kerugian 1:47.500

Yang membuat kasus ini menonjol adalah perbandingan nilai antara senjata penyerang dan targetnya. SkyFall, perusahaan Ukraina pembuat drone Shrike 10, mengklaim harga satu unit drone ini di bawah 400 dolar AS (sekitar Rp 6,5 juta). Sebagai perbandingan, mereka menyebut satu unit Mi-28 bernilai 19 juta dolar AS (sekitar Rp 313 miliar).

Jika klaim ini benar, rasio pertukaran kerugian mencapai 1:47.500 — sebuah angka yang sangat tidak biasa dalam sejarah militer. Namun, angka ini patut dipertanyakan. Sumber lain menyebut harga Mi-28 lebih mendekati 15 juta dolar AS. Sementara itu, harga Shrike 10 yang akurat juga sulit diverifikasi mengingat kesepakatan pengadaan 50.000 drone FPV SkyFall untuk Ukraina yang didanai Jerman mencapai 90 juta euro (sekitar Rp 1,5 triliun), atau rata-rata 1.800 euro per unit.

Klaim yang Diperdebatkan

Meski videonya dramatis, kebenaran klaim "hancur" masih menjadi perdebatan. Pengamat independen mencatat tidak ada rekaman lanjutan yang menunjukkan puing-puing atau kebakaran setelah tumbukan. Helikopter serang seperti Mi-28 dirancang dengan sistem keamanan ganda dan sering kali masih bisa mendarat darurat meski terkena serangan.

Beberapa sumber yang tidak terverifikasi bahkan menyebut kerusakan yang terjadi hanya "ringan" dan tidak melukai dua awak helikopter. Kementerian Pertahanan Rusia sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini, dan pelacak sumber terbuka seperti Oryx juga belum mengonfirmasi adanya bangkai pesawat.

Strategi Produksi Massal Drone Ukraina

Terlepas dari validasi klaim, insiden ini menunjukkan perubahan besar dalam strategi militer Ukraina. Negeri itu kini memproduksi 10 juta drone per tahun, dan Presiden Volodymyr Zelensky menargetkan angka 20 juta unit di masa depan. Sebagian besar produksi ini didanai oleh bantuan asing.

Sejak konflik dimulai pada 2022, Ukraina secara konsisten menggunakan drone murah untuk menyerang tank, kendaraan lapis baja, dan helikopter Rusia. Lebih dari 20 unit Mi-28 telah dikonfirmasi hilang dalam serangan serupa. Fakta bahwa sebuah drone yang harganya lebih murah dari ponsel kelas menengah bisa menjadi predator kredibel bagi helikopter yang harganya ribuan kali lipat menjadi alarm bagi perencana militer global.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: techradar.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top