MAKASSAR — Musyawarah PSTI Kota Makassar yang digelar di Hotel Santika, Jalan Sultan Hasanuddin, menjadi titik balik bagi organisasi olahraga tradisional ini. Ali Gauli Arief resmi nahkodai PSTI Makassar periode 2026-2030, menggantikan kepengurusan lama yang masa baktinya berakhir.
Proses regenerasi ini berlangsung tertutup dan dihadiri perwakilan klub serta pengurus cabang olahraga se-Kota Makassar. Ali Gauli terpilih secara musyawarah mufakat untuk memimpin empat tahun ke depan.
Usai terpilih, Ali Gauli menyatakan kesiapannya mengemban amanah. Ia mengusung visi menjadikan PSTI Kota Makassar sebagai organisasi yang profesional, berintegritas, dan berkelanjutan.
"Saya siap menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Fokus kami adalah meningkatkan pembinaan atlet serta mencari bibit-bibit muda berbakat agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional," ujar Ali Gauli dalam sambutannya.
Visi itu ia jabarkan dalam lima misi utama. Mulai dari meningkatkan kualitas pembinaan atlet secara berjenjang, membangun tata kelola organisasi yang transparan, hingga memperkuat sinergi dengan pemerintah dan dunia usaha.
Ali Gauli juga menekankan misi melestarikan sepak takraw sebagai warisan budaya bangsa yang menjadi kebanggaan daerah. Nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama akan ditanamkan dalam setiap program pembinaan.
Dengan latar belakangnya sebagai Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli dianggap memiliki pengalaman dalam tata kelola organisasi. Ia diharapkan mampu mendongkrak prestasi atlet takraw Makassar yang sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir.
Kepengurusan baru ini langsung dihadapkan pada target membangun pembinaan usia dini yang lebih sistematis. Ali Gauli optimistis dengan potensi atlet muda Makassar yang dinilai tidak kalah dengan daerah lain di Sulawesi Selatan.
"Kami akan menjaring bibit dari sekolah-sekolah dan kampung-kampung. Pembinaan harus berjenjang dan berkelanjutan agar lahir generasi atlet yang berkarakter dan kompetitif," tegasnya.
PSTI Kota Makassar kini memasuki babak baru. Dukungan dari pemerintah kota dan pihak swasta dinilai menjadi kunci agar olahraga tradisional ini kembali berjaya di ajang regional, nasional, hingga internasional.